Senin, 18 April 2022

Tradisi Orang Mesir Menyambut Ramadhan

Foto: Dhira Majid (31 Maret 2022)

            Tidak terasa bulan Ramadhan kembali hadir. Bulan paling istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia, bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan. Setiap umat muslim di seluruh dunia memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut bulan Ramadhan. Salah satunya Mesir, negara tertua di dunia dan negara yang memiliki banyak keunikan. Salah satunya keunikan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Foto: Dhira Majid (27 Maret 2022)

            Beberapa minggu sebelum Ramadhan tiba, pedagang Mesir sudah mulai menjual berbagai pernak-pernik hiasan, seperti lampu hias, lentera, gantungan kunci dan makanan yang bertema Ramadhan. Bagi masyarakat Mesir, membeli dan menghias rumah dengan aneka pernak-pernik dan lentera merupakan salah satu tradisi yang wajib dilakukan setiap tahunnya saat memasuki bulan Ramadhan. Jangan heran jika beberapa minggu sebelum ramadhan tiba,  jalanan, rumah, pertokoan penuh dengan lampu-lampu hias yang sangat indah. 

Foto: Dhira Majid (27 Maret 2022)

            Tradisi ini dikenal dengan sebutan El-Fanoos. Fanoos tidak hanya sekedar hiasan belaka, namun juga memiliki sejarah dan makna yang sangat mendalam. Tradisi Fanoos memiliki makna hati yang cerah dan gembira untuk menyambut bulan suci ramadhan dan sebagai simbol Ramadhan yang bermakna petunjuk. Menggantungkan fanoos disetiap rumah, pertokoan dan ditempat-tempat tertentu menunjukkan begitu bahagia umat muslim di Mesir menyambut bulan yang penuh berkah ini. 

Foto: Dhira Majid (28 Maret 2022)

            Jika kita melihat sejarah asal-usul munculnya tradisi Fanoos terdapat beberapa versi. Namun versi yang paling umum mengatakan bahwa tradisi menyalakan Fanoos berawal pada masa Kekhialifahan Fatimiyah pada abad ke-10 H. Pada malam pertama Ramadhan, masyarakat Mesir menyambut kedatangan Khalifah al-Muizz li-Din di kota Cairo. Senang dan tertarik akan lentera-lentera cantik tersebut, Khalifah memerintahkan masyarakat Mesir untuk memberi penerangan pada mesjid-mesjid selama bulan Ramadhan dengan lentera dan lilin. Khalifah juga memerintahkan para pengrajin lentera untuk terus membuat Fanoos  dan mewajibkan kepada masyarakat mesir untuk menggantungkan lentera  dirumah, pertokoan, dan digang-gang. sejak saat itu Fanoos menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suasana Ramadhan di Mesir.

Foto: Dhira Majid (31 Maret 2022)

Foto: Dhira Majid (31 Maret 2022)

            Dilansir dari Detik Travel dari Daily News Egypt bahwa Mesir merupakan negara pertama yang memunculkan ide penggunaan lentera pada bulan Ramadhan dan kemudian berkembang ke berbagai negara di dunia. 

Foto: Dhira Majid (31 Maret 2022)

                Fanoos dalam berbagai macam desain dan ukuran dapat ditemukan di pusat perbelanjaan, sudut jalan, dan juga meja makan tempat berbuka puasa bersama keluarga. Fanoos menjadi salah satu ciri khas Ramadhan di Mesir.  Fanoos juga menjadi salah satu mainan dan hadiah menyenangkan bagi anak-anak di bulam Ramadhan. Anak-anak menenteng Fanoos yang berukuran kecil dengan design yang begitu menarik, ditambah dengan warna-warni yang indah sambil berjalan menyelusuri kota Cairo. 
 
Foto: Dhira Majid (31 Maret 2022)

                Fanoos menjadi tradisi yang terus melekat sampai sekarang, dimana menjelang Ramadhan, masyarakat Mesir sibuk menghias lingkungan sekitarnya dengan Fanoos yaitu lentera cantik yang terbuat dari kaca, logam dan kayu dengan desain yang sangat menarik, ditambah dengan lampu hias kecil yang memiliki bentuk dan warna yang bervariasi, kertas dekorasi yang digantung disetiap jalan, kerlap-kerlip lampu hias bewarna-warni. Membuat kota Cairo terlihat sangat indah dimalam hari, mengisyaratkan bahwa masyarakat mesir sangat bahagia dengan datangnya bulan yang mulia ini, seakan-akan sedang menyambut tamu paling istimewa. 


Foto: Dhira Majid (31 Maret 2022)

                Tidak hanya itu, masyarakatnya pun gemar bersedekah ketika mulai menjelang bulan ramadhan, mereka membagikan uang, Alquran, daging, dan bahan-bahan pokok lainnya. Mereka berlomba-lomba memberikan musaadah atau bantuan kepada fakir miskin, pelajar dan orang-orang yang membutuhkan.
 
Foto: Dhira Majid (30 Maret 2022)

                Membagikan ucapan Ramdhan dan gantungan kunci, coklat, kartu ucapan kepada siapa saja yang mereka temui. Tak lupa juga setiap bertemu dengan orang mesir, mereka menyapa sambil mengatakan "رمضان كريم، كل عام وأنتم بخير"

                Disini tak henti-hentinya saya bersyukur menikmati indahnya tradisi orang-orang mesir yang menyambut bulan suci ramadhan dengan meriah. Menyambut tamu istimewa dengan Fanoos yang indah. 
.
Cairo, 1 Maret 2022






1 komentar:

MUSLIM MUST HAVE A TRIP

Siapa sih yang tidak suka travelling alias jalan-jalan. Kebanyakan orang suka travelling bahkan sudah menjadi sebuah gaya hidup yang sedang ...