Menggunakan wewangian atau parfum saat melaksanakan haji dan umrah adalah salah satu larangan dari larangan-larangan ihram. Namun, apabila wewangian digunakan sebelum niat haji dan umrah seperti memakai deodoran dan wewangian lainnya ditubuh atau pakaian untuk menghilangkan bau badan yang tidak sedap yang dapat mengganggu jamaah lainnya. Maka para fukaha sepakat tentang kesunahan memakai wewangian sebelum melakukan niat haji atau umrah, hal tersebut sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah r.a, bahwa ia berkata:
“Aku memakaikan minyak wangi kepada Rasulullah Saw ketika beliau hendak berihram dan hendak bertahalull sebelum tawaf di Baitullah. Seolah-olah aku masih dapat melihat bekas minyak wangi di belahan rambut beliau saat beliau masih dalam keadaan ihram.” (HR. Muslim)
Namun, para ulama berselih pendapat tentang hukum wewangian yang digunakan sebelum ihram namun masih meninggalkan bekas dibadan atau dipakaian. Menurut Mazhab Hanafi boleh memakai wewangian yang tidak meninggalkan bekas, namun jika ketika ihram masih tercium aroma wewangian maka wajib dikenakan denda, begitu juga pendapat yang dikemukakan oleh mazhab Hanbali dan Imam An-Nawawi. Sedangkan menurut Imam Maliki hukumnya adalah makruh. Beberapa fukaha lainnya seperti al-Qadhi Abu al-Thayyib, berpendapat bahwa haram hukumnya memakai wewangian yang meninggalkan bekas ketika hendak berihram. Pendapat mereka didasarkan pada beberapa riwayat, salah satunya hadis yang diriwayatkan oleh al-Zuhri dari Salim ibn ‘Abdullah dari ayahnya, ia berkata, “Suatu ketika Umar ibn al-Khattab mencium bau wangi. Beliau lalu berkata, ”bau wangi siapa ini?” Mu’awiyah pun menjawab, “Bau dari badanku, Ummu Habibah telah mengoleskan minyak wangi kepadaku.” Umar tiba-tiba langsung marah seraya berkata kepada Mu’awiyah, “Demi hidupku, aku pasti akan mengembalikan kamu kepada Ummu Habibah agar membersihkan dirimu dari bau ini sebagaimana ia telah mengoleskan minyak wangi kepadamu”. Umar lalu berkata lagi, “Sesungguhnya orang yang sedang menunaikan ibadah haji itu kepalanya berfebu, bau, dan rambutnya tidak dipotong.” (Hr. Ahmad).
Sedangkan menurut mazhab Imam Syafi’i memakai wewangian sebelum ihram adalah sunnah walaupun ketika ihram masih meninggalkan bau wewangian di pakaian atau dibadan. Dengan syarat baju yang telah digunakan wangi-wangian tidak boleh dilepas, jika ditanggalkan atau dilepas maka hukumnya haram dan wajib membawayr fidyah. Wallahu’alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar