29 agustus 2022
Hari senin dimana ada jadwal ruaq Azhar, jam 1 siang aku langsung bergegas menuju darasah karena ingin menyetorkan hafalan quran di markaz syaikh Nabil, setelah setoran Al-Quran aku langsung menuju Azhar sambil berjalan terburu-buru karena jika telat tentu tidak ada lagi tempat dibarisan depan. Setelah sampai di Azhar aku langsung bergegas masuk kedalam mesjid sambil berlari agar bisa duduk dibarisan depan, tapi orang Mesir tentu sudah lebih cepat dariku, ku lihat ruaq sudah dipenuhi setengah orang, aku duduk dibelakang tidak masalah yang penting masih nampak syaikhnya, ketika aku inigin duduk ada seorong dibagian barisan depan memanggilku ya, maryam seorng wanita mesir yang sangat ramah, kami berkenalan minggu lalu dan ia telah menyipkan tempat duduk untukku dibarisan depan, alhamdulilah sekali disana juga sudah ada beberpa wanita mesir lainnya, aya dan aminah juga kami berkenalan kamis lalu namun mereka sngat ramah dan mudah akrab. teman duduk dismping maryam menawarkanku roti "turid?" sambil memberikan aku roti pino panjang berisi daging ayam yang sudah digoreng nuget, aku menerimanaya, karena budaya kita indonesia tentu tidak enak jika tidak menerima pembeian dari orang yang memberi. "ismuhu eih tanyaku, maryam lansng menjab baneh. ah iya sperti sndwich. setelah itu kami mengikuti muhadarah para masyaikh, dengan maddah tauhid, alquran dan fiqih, ada bebrpa syaikh mengunakan bahasa ammiyah ketika menjelaskan sehingga susah untuk ku memahminya, namun temman-teman ku dari mesir menjlkskan sedikit dmei sedkit unutk ku. setelah itu kami pun puang ke rumah masing-maaisng mereka tingagl di giza, aku yang menuju mahatah sabi' ditemani aya teman mesirku, namun tidak sampai ke mahatah darasah karena ia pulang menaiki bus yang sudh menunggu di dalam kampus azhar banin. setelah berpamitan, aku menyebrang ke jalan sebelah kiri, aku berdiri didekat pembatasan antara jalan sbelah kiri dan kanan, jalan sangat macet malam ini, aku berhati-hati mneyberang sambil mengisyaratkan tangan dengan cara jari-jariku semua kusatukan, beberap mobil membiaran kau lewat, aku berlari agar bisa mnyebrang secepatnya tiba-tiba datang motor honda sebelah kananku melaju cepat, aku tidak nampak, tapi aku terus berlari, ketika berlari chitttttt bunyi kalkson honda yang membuat telingaku hampir pekak, pengendaranya berusaha berhent semaksimal mungkin dengan cara mengerem dan melepaskan kakiknya keaspal, chittt hampir saja, aku ketbrak, sedikit lagi, janjtungku hampir copot, pengendaranya sangat marah dengan bahasa ammiyahnya, aku memegangjantugku, kuucapkan maalesy krna ini memng saahku tidak lihat-kihat dulu, atpi sbnrnya mng tidak nampak krna tertutup dengan mbobil yang lain, smua og disepnjang jalan itu melihat ekatasku, ibu-ibupenjual tisu berbicaara kepadalku dengan nada kras tp tak ada stupun yang kupahami maksudnya. aku langsng pergi, krna takut mendnegar orng mesir marah, marahnya mereka labih membuatku takut dari pda kejadian tadi, hampir saja. ma'alesy ammu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar