Selasa, 04 Oktober 2022

Imam Syafi'i

Imam Syafi'i, siapa yang tidak kenal beliau. seorang ulama mujtahid brilian yang terkenal dengan ilmu pengetahuannya yang sangat luas. Imam Syafi'i adalah seorang ulama besar mazhab syafi'i yang paling banyak dianut oleh umat muslim di dunia ini. Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi'i. beliau keturunan dari Arab Quraisy, dan nasabnya bertemu dengan Rasulullah. dari kakeknya Abdul Manaf. Beliau lahir di Gaza, Palastine, pada tahun 150 H/ 767 M. Ketika beliau masih kecil, ayahnya meninggal dunia, sehingga sang ibulah yang merawat dirinya. Ibu Imam Syafi'i sangat menginginkan anaknya menjadi seorang ulama. Sejak kecil, Imam Syafi'i sudah dididik oleh sang ibu untuk belajar, setiap kali ada pengajian sang ibu mengantarkan Imam Syafi'i kecil sambil digendong. Sebelum melewati umur 7 tahun Imam Syafi'i sudah menghafal 30 juz Alquran. Imam syafi'i berihlah ke Madinah atas perintah guru dan Ibunya untuk menuntut ilmu, gurunya berkata: "Wahai Muhammad pergilah engkau ke Madinah untuk berguru lagi, karena sesungguhnya ilmuku sudah habis, semuanya sudah kuajarkan padamu". Imam syafi’i pun menuruti perintah sang guru dan beliau segera berpamitan dengan sang ibu. Berkatalah sang Ibu, "Pergilah engkau menuntut ilmu di jalan Allah, kita akan bertemu nanti di akhirat." Maka Imam Syafi'i Pun berangkat ke Madinah mencari guru untuk mengajarkannya ilmu. Ketika di Madinah Imam Syafi'i berguru kepada Imam Malik, karena kecerdasan yang Allah berikan kepada beliau, beliau dapat menghafal kitab Al-Muatha' karangan Imam Malik ketika umurnya belum genap 10 tahun dalam waktu yang sangat singkat. Ketika umur beliau menginjak remaja, beliau pergi ke iraq untuk menimba ilmu disana. Beliau belajar dari murid Abu Hanifah dan Imam Hanafi sampai menjadi ulama besar di Iraq. Dikisahkan pada suatau hari datang rombongan dari Iraq ke mekkah, para rombongan Iraq tersebut menyebutkan nama Imam Syafi'i untuk mengagungkan nama beliau pada jamaah haji. Sampai pada suatu hari terdengarlah ke telinga ibunya, bahwa Imam Syafi'i adalah seorang remaja yang sangat luar biasa, dan telah menjadi ulama besar di Iraq. Ketika ibunya telah mendengar bahwa Imam Syafi'i telah menjadi seorang ulama disana, ibunya pun menyampaikan pesan kepada para rombongan Iraq untuk disampaikan kepada Imam Syafi'i bahwa beliau diizinkan pulang oleh ibunya. Mendengar kabar tersebut, Imam Syafi'i langsung bergegas untuk pulang dan para penduduk menyiapkan hadiah untuk dibawa pulang ke Mekkah oleh Imam Syafi'i. Hadiah tersebut berupa ratusan ekor untu dan hadiah-hadiah lainnya. Kemudian ketika Imam Syafi'i telah sampai diperbatasan kota Mekkah, beiau mengutus seseorang untuk mengabarkan kepada ibunya bahwa beliau sudah diperbatasan kota Mekkah. Sang utusan pun mengabarkan kepada ibunya, sangking senangnya sampai mengabarkan bahwa Imam Syafi'i juga membawa ratusan ekor unta. Ketika mendengar hal tersebut ibunya marah dan tidak mengizinkan Imam Syafi'i untuk pulang, kemudian sang utusan pun kembali kepada Imam Syafi'i dan mengabarkan apa yang disampaikan oleh ibunya, mendengar hal tersebut Imam Syafi'i langsung membagikan semua unta tersebut dan hadiah lainnya dari penduduk Iraq kepada penduduk Mekkah. Kemudian Imam Syafi'i pun mengutus kembali utusannya untuk menyampaikan kepada ibunya bahwa beliau hanya membawa pulang satu kitab. Setelah menyampaikan itu kapada sang ibu, baru sang ibu membolehkan Imam Syafi'i untuk pulang ke rumah, beliau pulang dengan membawa satu kitab. Hanya membawa satu kitab kepada ibundanya.

Imam Syafi'i datang ke Mesir pada tahun 200 H/ 815 M, beliau juga berguru kepada Sayyida Nafisah, cicit Rasulullah Saw. Dimesirlah lahir qaulul jadid dalam ijtihad fikihnya, sebelumnya selama di Iraq dikenal dengan qaulul qadim. Ketika di Mesir beliau melahirkan banyak karya, salah satunya kitb Al-Umm. Keunikan fiqih beliu adalah kemampuan mengabungkan pemahaman nas alquran dan hadis dengan logika ar-ra'yu. Belaiu wafat pada akhir rajab tahun 204 ketika usianya 54 tahun dan dimakamkan di Qarrafah Sughra yang dikenal dengan Hay Asy-Syafi'i.
Jumat, 30 September 2022 Saya menuju ke tempat dimakamkannya Imam Syafi'i yang teretak di Qarrafah As-Sughra. Perjalan dari tempat saya tinggal (Hay Sabi') menuju ke makam Imam Syafi'i kurang lebih setengah jam perjalanan. Menaiki tremko dari Sabi ke Darasah, lalu dari Darasah menuju ke Saiidina Aisyah (Nama tempat), setelah itu kami harus menaiki tuk-tuk menuju ke makam selama kurang lebih 5 Menit. Ini pertama kalinya saya ke makam Imam Syafi'i. selainn makam Imam Syafi'i juga terdapat makam ulama lainnya. Sesampainya di makam Imam Syafi'i saya meihat ramai pengunjung dari berbagai daerah seperti India, Pakiastan, Malaysia, Indonesia, dan dari negara lainnya untuk berziarah. Apalagi di hari jumat yang sangat ramai pengunjung dibandingkan dengan hari-hari yang lain, karena para pengunjung meyakini ketika hari jumat Nabi Muhhamd Saw datang ke kuburan Imam Syafi'i. Wallahhualam.
Makam Imam Syafi'i terletak terpisah dari mesjid, ketika masuk pertama kali kita akan menjumpai disisi kanan sebuah makam Imam Zakariya Al-Anshari yang merupakan murid Imam Syafi'i. ketika saya masuk ke makam, para pengunjung sudah berdiri disepanjang lingkaran makam untuk mengirimkan bacaan Alquran dan berdoa kepada beliau. Di atas kuburan Imam syafi'i terdapat sebuah kubah besar yang bertuliskan Alquran yang dibangun oleh Al-Malik Al Kamil Muhammad Ibnu Ayyub pada tahun 608 H/1221 M. Namun ada juga yang mengatakan bahwa kubah ini dibangun oleh Salahuddin Alayyubi pada tahun 572 H, bangunan makamnya juga dikelilingin dengan kayu yang diukir indah dengan ayat-ayat alquran, asmaul husna, riwayat kehidpan sang Imam, yang dibuat oleh 'Ubaid an-Najar hadiah dari muslimin india, penulisannya menggunakan khat naskhi dan kufi sebelah makam Imam Syafi'i juga terdapat makam Malikatu Asy-Syams, permasuri shalahuddin dan anaknya al-Aziz Usman serta kuburan Ibunda Malik al-Kamil. Di mesjid Imam Syafi'i terdapat kubah besar dan perahu diatas kubah. biasanya di atas kubah diberi simbol bintang dan bulan sabit, namun berbeda dengan mesjid Imam Syafi'i ini. Orang mesir menyebut perahu tersebut dengan sebutan Usyara, ada yang mengartikan sebagai tempat meletakkan air dan biji-bijian untuk makananan burung. Ada juga yang mengartikan lain, seperti Imam bushiri seorang tokoh sufi yang sangat terkenal, beliau menuliskan sebuah syair tentang kubah perahu Imam Syafi'i tersebut. 
"Pada kubah Imam Syafi'i terdapat perahu, kokoh kuat laksana batu. Badai pengetahuan bersemayam dipamakamanya  dan dari situlah kapal pun berlabuh diatas bukit judi."
 
Imam Waki' pernah berpesan kepada Imam Syafi'i:
"Wahai muridku! ketahuilaah bahwa ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang-orang yang suka bermaksiat." 

Imam Syafi'i adalah representasi dari sabda Baginda Nabi Muhammad Saw yang mengabarkan, bahwa suatu saat nanti akan lahir dari keturunan Bani Quraish seorang yang sangat Alim dan ilmunya memenuhi muka bumi. Para ulama sepakat bahwa orang yang dimaksud adalah Imam Syafi'i karena beliau Bani Muttalib dan tidak ada di antara Mazhab 4 yang berasal dari bangsa Quraisy kecuali Imam Syafii. Hadis ini kemudian dipahat dan menjadi hiasan di langit-langit kubah Makam Imam as-Syafi'i.

Selain makam sang Imam, disana juga terdapat makam tokoh-tokoh orang mulia. Mulai sahabat nabi, tabiin, tabiut tabiin, sampai para ulama-ulama juga para ahli sufi yang sangat populer dan sangat harum namanya hingga saat ini, seperti "Uqbah bin Nafi', makam Ibnu Hajar al-Asqolani, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUSLIM MUST HAVE A TRIP

Siapa sih yang tidak suka travelling alias jalan-jalan. Kebanyakan orang suka travelling bahkan sudah menjadi sebuah gaya hidup yang sedang ...