Kamis, 03 September 2020

BAHAGIA DENGAN MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN (Renungan dan Hikmah Untuk Setiap Muslim)



Cerita ini sangat menginspirasi saya, awal mula saya membuka buku yang terdapat ialah judul di atas. Sepertinya ini bukanlah suatu kebetulan, Allah ingin  menunjukkan kepada saya bahwa kebahagiaan  akan didapatkan dengan cara membahagiakan orang lain. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya ingin menceritakan kembali kisah tersebut kepada teman-teman yang membacanya dengan ringkas dan jelas sehingga mudah untuk dimengerti. Berikut uraian kisahnya:

Di salah satu rumah sakit terdapat dua orang pasien yang terbaring lemah di suatu ruangan yang sama. Kedua pasien tersebut menderita sakit yang cukup parah. Salah satu dari mereka masih bisa duduk ditempat tidurnya setiap satu jam perhari setelah asar, sedangkan yang satunya lagi terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Mereka saling bercakap-cakap walaupun tidak saling melihat satu sama lain, mereka saling bertukar cerita tentang keluarga, rumahnya, perjalanan hidupnya dan pekerjaannya. Setiap hari setelah asar, pasien yang duduk di dekat jendela selalu menceritakan pemandangan yang dia lihat di luar jendela kepada pasien yang satunya lagi. Sehingga mereka berdua merasa mendapatkan semangat baru dalam hidup. Pasien tersebut menceritkan bahwa di luar sana terdapat angsa yang sedang berenang, anak-anak yang dengan riang bermain kapal-kapalan sambil bermain air. Terlihat juga beberapa wanita yang sedang menggandeng suaminya. Banyak orang yang sedang duduk di bawah pohon, atau yang sedang berjalan-jalan disekitar telaga dan langit terlihat sangat cerah dan bersinar hangat. Pasien tersebut menceritakan semuanya kepada pasien yang satunya. Pasien satunya mulai memejamkan mata dan membayangkan pemandangan indah menawan seakan-akan ia melihat apa yang dikatakan oleh temannya yang duduk di dekat jendela.

Hari-hari pun terus berlalu, tak terasa mereka telah melewati dan saling memberikan keceriaan. Namun, di suatu pagi seorang perawat datang seperti biasanya untuk memberikan pelayanan kepada para pasien. Ternyata, di pagi itu perawat tersebut mendapati pasien yang didekat jendela telah meninggal. Pasien yang satunya merasa sangat sedih, ia meminta agar perewat tersebut memindahkan tempat tidurnya di samping jendela yang biasa ditempati oleh temannya, agar ia dapat melihat keindahan di luar jendela seperi yang biasa dicertiakan oleh temannya. Ketika dipindahkan di samping  jendela ia terperanjat, sebab ia tidak melihat apapun di luar jendela, kecuali hanya sebuah tembok rumah sakit. Pasien tersebut memanggil perawat untuk memastian apakah ini benar-benar jendela yang biasa ditempati oleh temannya itu. Namun, memang benar, itulah jendela yang biasa ditempati oleh pasien yan telah wafat. Perawat itu pun heran dan menanyakan apa yang telah terjadi padanya. Pasien tersebut pun menceritakannya bahwa pasien yang telah wafat menceritakan tentang apa yang ada di luar jendela tersebut. Namun, perawat tersebut semakin heran dan berkata kepadanya, “Pasien sekamar bapak yang telah meniggal itu dalam keadaan buta, tidak bisa melihat apapun walau tembok sekali pun. Boleh jadi dia menceritakan itu semua kepada Bapak, agar Bapak merasa lebih baik dan terhibur, sehingga tidak berputtus asa dan terus berusaha untuk sembuh..”.

                  Dari cerita ini kita kita mendapatkan satu pelajaran yang sangat berarti bahwa bukankah kita akan merasa bahagia ketika kita bisa membahagiakan orang lain? bila kita mau berbagi kesenangan dengan orang lain, maka kebahagiaan kita akan semakin bertambah. Namun, bila merasa putus asa dan pesimis yang kita berikan, maka kesedihan pun akan semakin menjadi-jadi. Pada umumnya, manusia akan melupakan apa yang pernah Anda katakan. Kebayakan orang akan melupakan apa yang pernah Anda lakukan. Namun, mereka tidak akan pernah melupakan perasaan yang ada ketika bertemu dengan Anda. Oleh karena itu, apakah Anda ingin memberinya rasa bahagia atau yang lainnya? ingatlah selalu pesan Allah dalam firman-Nya yang artinya: “Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah [2]: 83). Semoga menginspirasi!.

 

      Sumber: Ensiklopedia Kisah Hikmah Untuk Setiap Muslim 2, hlm. 111.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUSLIM MUST HAVE A TRIP

Siapa sih yang tidak suka travelling alias jalan-jalan. Kebanyakan orang suka travelling bahkan sudah menjadi sebuah gaya hidup yang sedang ...