Cerita
ini sangat menginspirasi saya, awal mula saya membuka buku yang terdapat ialah
judul di atas. Sepertinya ini bukanlah suatu kebetulan, Allah ingin menunjukkan kepada saya bahwa kebahagiaan akan didapatkan dengan cara membahagiakan
orang lain. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya ingin menceritakan
kembali kisah tersebut kepada teman-teman yang membacanya dengan ringkas dan jelas
sehingga mudah untuk dimengerti. Berikut uraian kisahnya:
Di salah
satu rumah sakit terdapat dua orang pasien yang terbaring lemah di suatu
ruangan yang sama. Kedua pasien tersebut menderita sakit yang cukup parah. Salah
satu dari mereka masih bisa duduk ditempat tidurnya setiap satu jam perhari
setelah asar, sedangkan yang satunya lagi terbaring lemah di atas tempat
tidurnya. Mereka saling bercakap-cakap walaupun tidak saling melihat satu sama
lain, mereka saling bertukar cerita tentang keluarga, rumahnya, perjalanan
hidupnya dan pekerjaannya. Setiap hari setelah asar, pasien yang duduk di dekat
jendela selalu menceritakan pemandangan yang dia lihat di luar jendela kepada
pasien yang satunya lagi. Sehingga mereka berdua merasa mendapatkan semangat
baru dalam hidup. Pasien tersebut menceritkan bahwa di luar sana terdapat angsa
yang sedang berenang, anak-anak yang dengan riang bermain kapal-kapalan sambil
bermain air. Terlihat juga beberapa wanita yang sedang menggandeng suaminya. Banyak
orang yang sedang duduk di bawah pohon, atau yang sedang berjalan-jalan
disekitar telaga dan langit terlihat sangat cerah dan bersinar hangat. Pasien
tersebut menceritakan semuanya kepada pasien yang satunya. Pasien satunya mulai
memejamkan mata dan membayangkan pemandangan indah menawan seakan-akan ia
melihat apa yang dikatakan oleh temannya yang duduk di dekat jendela.
Hari-hari
pun terus berlalu, tak terasa mereka telah melewati dan saling memberikan
keceriaan. Namun, di suatu pagi seorang perawat datang seperti biasanya untuk
memberikan pelayanan kepada para pasien. Ternyata, di pagi itu perawat tersebut
mendapati pasien yang didekat jendela telah meninggal. Pasien yang satunya
merasa sangat sedih, ia meminta agar perewat tersebut memindahkan tempat
tidurnya di samping jendela yang biasa ditempati oleh temannya, agar ia dapat
melihat keindahan di luar jendela seperi yang biasa dicertiakan oleh temannya. Ketika
dipindahkan di samping jendela ia
terperanjat, sebab ia tidak melihat apapun di luar jendela, kecuali hanya
sebuah tembok rumah sakit. Pasien tersebut memanggil perawat untuk memastian
apakah ini benar-benar jendela yang biasa ditempati oleh temannya itu. Namun, memang
benar, itulah jendela yang biasa ditempati oleh pasien yan telah wafat. Perawat
itu pun heran dan menanyakan apa yang telah terjadi padanya. Pasien tersebut
pun menceritakannya bahwa pasien yang telah wafat menceritakan tentang apa yang
ada di luar jendela tersebut. Namun, perawat tersebut semakin heran dan berkata
kepadanya, “Pasien sekamar bapak yang telah meniggal itu dalam keadaan buta,
tidak bisa melihat apapun walau tembok sekali pun. Boleh jadi dia menceritakan
itu semua kepada Bapak, agar Bapak merasa lebih baik dan terhibur, sehingga
tidak berputtus asa dan terus berusaha untuk sembuh..”.
Dari
cerita ini kita kita mendapatkan satu pelajaran yang sangat berarti bahwa bukankah
kita akan merasa bahagia ketika kita bisa membahagiakan orang lain? bila kita
mau berbagi kesenangan dengan orang lain, maka kebahagiaan kita akan semakin
bertambah. Namun, bila merasa putus asa dan pesimis yang kita berikan, maka
kesedihan pun akan semakin menjadi-jadi. Pada umumnya, manusia akan melupakan
apa yang pernah Anda katakan. Kebayakan orang akan melupakan apa yang pernah
Anda lakukan. Namun, mereka tidak akan pernah melupakan perasaan yang ada
ketika bertemu dengan Anda. Oleh karena itu, apakah Anda ingin memberinya rasa
bahagia atau yang lainnya? ingatlah selalu pesan Allah dalam firman-Nya yang
artinya: “Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah [2]:
83). Semoga menginspirasi!.
Sumber:
Ensiklopedia Kisah Hikmah Untuk Setiap Muslim 2, hlm. 111.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar