1.
Ibadah
Kita
Patut selalu kita renungkan bagaimana kualitas ibadah kita selama ini, apakah sudah pantas diterima oleh Allah? Atau hanya gerakan tanpa makna yang dipenuhi dengan riya dan takabbur? Atau ibadah yang selama ini hanyalah kewajiban semata yang menjadi beban? Ingatkah ketika Rasulullah menyuruh sahabatnya untuk mengulangi shalatnya karena shalatnya tidak bermakna? Tentang puasa dan amalan lainnya yang hanya ingin mendapatkan pujian dari manusia yang hina? Bagaimana dengan hadis Rasulullah bahwa pada hari kiamat nanti orang-orang yang beribadah karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain, Allah akan menyuruh mereka untuk mengambil keuntungan dari orang yang mereka ingin dapatkan pujian? Bukankah misi di dunia adaah beribadah kepada Allah? Bukankah dunia ini tempat kompetisi siapa yang paling baik amalnya? Lalu jika itu tujuannya, mengapa kita masih merasa takut kepada selain Allah? Mengapa kita menjual nikmat akhirat demi dunia yang fana? Mengapa ibadah shalat masih terasa seperti beban? Mengapa amalan puasa, sedekah dan lainnya hanya untuk mendapatkan pujian dari manusia?. Inilah yang harus selalu kita renungkan, selalu meminta kepada Allah untuk memperbaiki ibadah kita, menjaga niat kita hanya kepada-Nya semata, merefleksikannya dalam diri, merenung untuk memperbaiki kualitas ibadah, menjadikan hidup sebagai ibadah dan bahwa Allah-lah tujuan akhir kita.
2.
Dosa-Dosa
Kita
Selanjutnya mari kita merenungkan dosa-dosa kita. Perbuatan yang
pernah kita lakukan selama hidup ini. Sudah berapa banyak dosa yang kita
lakukan selama kita hidup? Apakah kita hanya merasakan bahwa kita hanya
melakukan dosa-dosa kecil yang kita anggap remeh? Ingatkah kita bahwa segala
dosa besar berasal dari dosa kecil yang dilakukan berulang-ulang? Kadang kita
tertipu dengan dosa-dosa kecil yang kita anggap tak berarti. Merasa dosa kecil
tidak besar dampaknya. Pernahkah kita merenungkan bahwa pahala yang kita
lakukan, apakah dapat menutup dosa-dosa kita yang begitu banyaknya? Apakah
dosa-dosa yang kita lakukan akan diampuni Allah? Bagaimana dosa dengan manusia
yang belum kita tuntaskan? Apakah mereka telah memaafkan kita? Atau mereka
menunggu pada haru pembalasan untuk meminta pertanggungjwaban terhadap kita?
Mohonlah ampun kepada Allah, berusahalah agar dosa-dosa tersebut tidak
diulangi, dan berusahalah menutupi dosa-dosa tersebut dengan melakukan amal
ma’ruf nahi dan mungkar. Kita tahu bahwa manusia tidak luput dari
dosa, namun berusahalah untuk mendapatkan ridha Allah agar kelak kita
diwafatkan dalam keadaan yang terbaik dan dibangkitkan tanpa membawa beban
dosa. Amin.
3.
Keridhaan
Allah Atas Semua Tindakan Kita
Pernahkah kita renungkan apakah Allah meridhai atas apa yang telah
kita kerjakan di dunia? Apakah kita merasa bahwa perbuatan yang kita lakukan merupakan
perbuatan yang biasa-biasa saja dan tidak membuat Allah murka? Kita perlu
senantiasa memperhatikan apa yang sedang dan akan kita lakukan. Bisa jadi hal
yang kita anggap remeh yang kita lakukan dapat membawa keburukan atau kebaikan
yang besar.
“Ya Allah, Rabb-ku…, maafkanlah kami, jika ternyata kami lebih
betah memegang hp, membaca story yang tidak ada manfaat dari pada menyentuh dan
membaca ayat-ayat suci-Mu.”
4.
Surga
dan Neraka
Agama Islam mengenalkan kepada kita hal-hal yang baik dan buruk,
agar kita lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu. Dengan demikian juga
AllahAllah telah menjanjikan bahwa orang-orang yang menaati perintah Allah akan
dimasukkan ke dalam surga-Nya, sedangkan orang-orang yang sebaliknya akan
dimasukkan ke dalam nereka yang menyala-nyala. Sudahkah kita mengetahui
bagaimana dahsyatnya siksa nereka? Sudahkah kita yakin akan diberikan
kenikmatan surge? Apakah kita pantas memasuki surge padahal dosadosa kita
begitu banyak? Sudahkah kita yakin bisa terhidar dari siksa neraka? Semoga tempat
kembali kita adalah tempat terbaik disisi-Nya. Amin.
Silahkan berikan saran dan kritikan di kolom komentar ya, apa-apa saja kesalahan baik dari segi isi dan tulisan sehingga dapat menyempurnakan di penulisan selanjutnya :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar