Jumat, 10 Desember 2021

ILMU BUKAN GELAR

       

 Syaikh Hisyam Al-Burhani menceritakan sebuah kisah

       Di Damaskus ada sebuah kuburan yang sangat terkenal, yang disebut dengan "Dahdah", di kuburan tersebut dikuburkan para wali, para ulama, para pejuang, dan para syuhada. Suatu hari datanglah seorang wanita kepada si penggali kubur untuk dibuatkan satu galian kubur, dan penggali kubur tersebut mulai menggalinya, satu jam kemudian datanglah jenazah namun tidak diiringi oleh banyak orang, hanya beberapa laki-laki saja, kemudian jenazah diturunkan ke tanah dan langsung dimasukkan ke dalam kubur dan si penggali ada didalam liang kubur untuk menerima jasad. Ketika si penggali kubur hendak meletakkan jenazah ke dalam kubur, tiba-tiba kuburan terbuka dan berubah menjadi taman surga, -Syaikh tersebut menegaskan lagi bahwa ini adalah cerita nyata bukan  khayalan-. Lelaki penggali kubur tersebut pingsan ketika melihat kejadian tersebut sedangkan orang-orang sekitarnya tidak melihat apa-apa. Mereka mempercikkan air kepadanya lalu diangkat dari kubur, mereka bertanya: "Apa yang terjadi kepadamu?", jawab si penggali kubur "Demi Allah, saya tadi melihat keanehan, aku melihat dua orang berkuda datang mengambil mayit dan membawanya pergi". Mereka berkata "Mungkin itu hanyalah halusinasi, kemudian mereka pun pergi".

         Beberapa bulan kemudian, si wanita datang lagi dan menyuruh penggali kubur untuk membuatkan satu galian lagi untuknya, kemudian ia pun mulai menggalinya dan memasukkan si mayat ke dalam kubur, penggali kubur tersebut melihat lagi kejadian yang sama seperti kejadian sebelumnya yaitu taman surga, namun pada saat itu ia tidak pingsan, ia segera keluar dari kubur dan mengejar si wanita, penggali kubur bertanya kepada si wanita itu "Siapakah kamu, dan dari manakah kamu berasal?", berkata si wanita "Wahai tuan, diriku telah tertimpa musibah, mayat ini adalah anakku, dan mayat sebelumnya juga anak saya". Berkata lelaki itu kepada si wanita "Demi Allah aku melihat keanehan, yang pertama ketika aku masukkan mayat ke dalam kubur terbukalah taman dari taman-taman surga, dan yang kedua juga sama, apa amalan mereka sampai Allah memperlakukan mereka seperti itu? mereka mendapatkan kemulian yang agung". Wanita itu menjawab; "Anak yang petama adalah seorang penuntut ilmu, dan anak kedua bekerja sebagai tukang kayu dan memberikan kepada saudaranya semua biaya yang dihasilkan untuk menuntu ilmu, maka Allah membalas keduanya dengan balasan seindah itu. Setelah melihat kejadian tersebut dan mendengar jawaban dari si wanita,  penggali kubur langsung meninggalkan kuburan menuju mesjid At-Taubah, si penggali kubur datang kepada Syaikh Said Al-Burhani dan berkata: "Wahai Syaikh, saya ingin menuntut ilmu". Padahal umurnya saat itu 45-50 tahun, kemudian Syaikh Said Al-Burhani menjawab: "Engkau lupakan hidupmu tanpa mencari ilmu, sekarng diumur yang sudah tua kamu ingin mecari ilmu? mengapa?, dan ia menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. 

          Syaikh Said Al-Burhani berkata: "Baiklah jika engkau ingin mencari ilmu maka bertakwalah kepada Allah." Kemudian ia mulai belajar Al-Jarumiyah, dan menghafal beberapa matan dan seterusnya, ia terus sibuk dengan ilmu smpai dia menjadi salah satu dari ulama besar dikotanya yang dikenal dengan As-Syaikh Abdurrahman Al-Haffar salah satu ulama besar di Damaskus, semua keluarganya menjadi penuntut ilmu dan menjadi ulama besar. Inilah kisah tentang kabar gembira bagi para penuntut ilmu,  bahwa penuntut ilmu akan diperlakukan sangat istimewa oleh Tuhannya, tapi jika niatnya benar, tidak mencari ilmu dengan tujuan ijazah untuk ditempel di dinding, tidak menuntut ilmu agar disebut seorang yang alim, tidak mencari ilmu agar punya gaji, itu semua tujuan duniawi, maka jadikanlah tujuan duniawi belakangan. Tujuan utama ialah untuk melaksanakan perintah Allah sebagaimana ayat pertama yang Allah turunkan dalam Al-Quran,

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١
Arab-latin: Iqra` bismi rabbikallażī khalaq
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢
Arab-latin: Khalaqal-insāna min 'alaq
Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣
Arab-latin: Iqra` wa rabbukal-akram
Artinya: "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤
Arab-latin: Allażī 'allama bil-qalam
Artinya: "Yang mengajar (manusia) dengan pena"

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥
Arab-latin: 'Allamal-insāna mā lam ya'lam
Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."


WALLAHUALAM


source: https://youtu.be/-OovNn9fJ60

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUSLIM MUST HAVE A TRIP

Siapa sih yang tidak suka travelling alias jalan-jalan. Kebanyakan orang suka travelling bahkan sudah menjadi sebuah gaya hidup yang sedang ...