Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang dihadapi masalah yaitu naiknya harga minyak goreng yang merupakan salah satu bahan pokok utama dalam memasak. Selain harga minyak goreng yang naik, kesulitan mencari minyak goreng dipasaran juga sangat langka. Hal ini membuat para masyarakat Indonesia sangat kesulitan untuk memasak karena masakan Indonesia tidak bisa lepas dari minyak goreng. Umumnya minyak yang dipakai untuk menggoreng yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia ialah minyak sawit karena tergolong minyak paling murah dari pada minyak yang lainnya. Namun, tidak bisa dipungkiri makanan yang digoreng atau dimasak dengan minyak berlebihan dapat memicu berbagai penyakit, apalagi jika minyak tersebut digunakan berulang kali. Dr. Ari, dokter spesialis penyakit dalam mengatakan bahwa "Lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh bersumber dari minyak goreng yang dikonsumsi berlebihan dan juga yang dipakai berulang kali."
Makanan seperti tempe goreng, tahu goreng, dan makanan-makanan lainnya yang digoreng memang memiliki kelezatannya sendiri bagi masyarakat Indonesia. Namun, kalori yang terkandung dalam makanan tersebut akan meningkat jika diolah dengan cara menggoreng. Seperti kata dr. Raisa mengosumsi minyak yang berlebih membuat badan mendapat asupan kalori yang berlebih, tepung yang awalnya hanya 75 kalori menjadi 175 kalori setelah digoreng dan dapat menghilangkan vitamin dan protein yang ada didalam makanan tersebut.
Namun, hal ini bisa diselesaikan dengan cara mengubah teknik memasak, yang awalnya memasak dengan minyak goreng dapat diubah dengan cara mengkukus, memanggang, merebus, dan menggunakan minyak yang lebih sehat seprti minyak zaitun, minyak matahari, minyak kelapa dan minyak lainnya yang mengandung lemak yang baik. Namun tetap tidak boleh digunakan dalam temperatur panas yang berlebih.
Masyarakat indonesia bisa mengolah masakan yang biasanya digoreng seperti telur goreng dengan menggunakan panci anti lengket.
Atau memasak sayur tanpa minyak
Atau dengan cara mengkukus, merebus, membakar dan cara-cara lainnya. Hal ini untuk mempertahankan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan.
Semoga bermanfaat.
Dhira Majid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar