Sore yang begitu hangat, Aku, Nuzulia, dan Desi duduk di depan pintu pagar mesjid Al-Azhar sambil menikmati suasana ramainya pengunjung yang sedang menunggu dibukanya gerbang Al-Azhar. Ada yang sambil membaca Alquran, bercengkrama, dan lainnya. Aku duduk di teras depan pintu, disampingku duduk seorang lelaki separuh baya, mungkin seusia ayahku. Aku melihat kearahnya, ia seperti sedang membaca sesuatu di handphonenya, aku melirik sedikit ternyata ia sedang membaca Alquran lewat aplikasi, ah orang Mesir mereka selalu saja berlomba-lomba dalam beribadah dibulan suci ini. Bukan sesuatu yang asing jika disepanjang jalan dan gang-gang kecil dijumpai orang yang sibuk dengan Alqurannya.
.
Tiba-tiba lelaki separuh baya tersebut melihat ke arahku sambil mengelurkan beberapa Isy (roti makanan pokok orang Mesir) yang ada di dalam tas kecilnya. Ia memberikan kepadaku tiga Isy dan mengisyaratkan kepadaku untuk membagikan beberapa Isy lagi kepada yang lain, aku bagikan semuanya ke orang-orang disekitar. Aku duduk lagi disampingnya, tiba-tiba beliau mengambil lagi sesuatu yang ada di tas kecilnya, ia mengambil sebuah bungkusan berisi kurma manis dan meyuruhku untuk membagikannya lagi. Ku bagikan satu persatu kepada jamaah yang duduk didepan pagar Azhar, ada yang dengan senang hati mengambilnya dan ada juga yang menolak dengan sopan karena mungkin tidak ada tempat untuk disimpan apalagi waktu berbuka masih lama.
.
Setelah sebagian kurmanya habis aku duduk kembali ditempat semula, tapi lelaki separuh baya itu tidak ada lagi. Akhirnya ku masukkan sisa kurma yang tadi untuk dibagikan di dalam saja ketika berbuka puasa. Beberpa menit kemudian beliau datang lagi sambil menanyakan apakah aku sudah membagikan semuanya ke orang-orang? "sudah" jawabku, walaupun ada sisa sedikit yang belum ku bagikan. kemudian ia memberikan ku sebuah tasbih cantik berwarna coklat, sebagai hadiah untukku sambil mengatakan "haza ilaiki, jazakumullahhukhairan", "syukran jazilan ya ammu" jawabku, kemudian ia langsung pergi.
.
Aku tertegun... dengan penampilan yang sangat sederhana, sambil membawa tas putih kecil dan masker diwajahnya namun memancarkan ketulusan dari matanya. Allah lagi-lagi aku diberikan pelajaran yang sangat berharga, sekan-akan beliau sedang memberiku nasehat yang sangat baik, mengajarkanku tentang sedekah yang siapa saja bisa melakukannya tidak harus mereka yang bergelimang harta. Mungkin isy dan kurma tadi adalah makanan yang akan dibawa pulang untuk keluarganya namun ia berusaha untuk memberikan kepada orang lain apa yang ada pada dirinya.
Cairo, Darasah, Mesjid Al-Azhar As-Syarief, 29 April 22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar