Bagaimana pendapat kamu, apaka hidup
sederhana membosankan atau menarik untuk dibahas?
Pembahasan ini penting menurut saya, apalagi
sekarang kita hidup di zaman yang mana orang berloba-lomba untuk menampilkan
kemewahan yang dimilikinya. Menempatkan kebahagian pada harta benda yang
dimilikinya.
Hidup sederhana adalah cara pandang seseorang
dalam menjalankan hidupnya, masing-masing orang berhak memilih apakah hidupnya
akan dijalani dengan penuh kemewahan atau kesederhanaan. Banyak penelitian yang
membuktikan bahwa hidup sederhana lebih terasa berharga, penuh dan bermakna
dibandingkan dengan hidup yang penuh dengan kemewahan, hidup sederhana juga
bisa membuat kita menjadi lebih bahagia baik tu dari segi mental, fisik, dan
sosial. Banyak orang yang mencari-cari dari mana bisa mendapatkan sumber
kebahagiaan, banyak orang yang berfikir hidup dalam kemewahan merupakan salah
satu titik kebahagiaan, memaknai bahagia dengan belanja implusif yang hanya memenuhi
ruangan rumah, menghamburkan uang dengan membeli hal-hal yang tidak penting. Namun,
ketika pulang seakan belum menemukan kebahagiaan yang diinginkan, benar atau tidak? Tidak salah jika ingin
mengapresiasikan diri namun tidak dengan batas kewajaran.
Percaya tidak percaya sebenarnya kebahagiaan
kita bukan dari apa yang kita punya, tetapi pada apa yang ada namun kita
syukuri. Dikutip dalam ‘On Marrisa Mind, bahwa ada filsuf yang mengatakan
sebenarnya dalam hidup kita butuh ruang atau space, baik itu ruang untuk
mental, ataupun fisik. Ya benar sekali,
ketika kita memiliki sedikit barang sehinga fisik kita lebih leluasa dan
sedikit pula yang perlu kita urus bukan begitu?, space untuk mental kita dengan
menyederhanakan segala hal yang rumit. Sehingga lebih banyak waktu untuk
hal-hal yang penting dalam hidup, seperti bisa belajar sklil baru, punya waktu
untuk orang terdekat yang kita cintai, dan bisa mengambil peluang yang ada.
Hidup sederhana membuat kita lebih bersyukur
dengan apa yang kita miliki sekarang, memiliki rasa tanggung jawab terhadap apa
yang kita miliki. Hidup seerhana membetuk mindset kita untuk bisa berbaur
dengan siapa saja. Hidup sederhana membuat kita untuk berfikir sederhana,
masalah yang seakan-akan terlihat besar akan mudah mendapatkan sosuli karena
tidak ingin rumit.
Hidup sederhana membuat kita tidak banyak mengeluarkan
energi kepada barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan. Hidup
sederhana, melatih pikiran kita untuk berfikir lebih realitis, sederhana tanpa
harus mempersulit situasi. Hidup sederhana membuat kita fokus memperhatikan
kehidupan kit sendiri, sehingga kita lebih bisa mengenal siapa diri kita sebenarnya.
Bagaimana cara hidup sederhana?
Mulailah menggunakan pakaian atau barang yang
kita perlukan saja, jauhi belanja implusif yang hanya memenuhi ruangan,
akhirnya bawaannya stress, males karna melihat barang-barang yang bertumpukan
dimana-mana.
Saya ingin sedikit bercerita, dulu saya adalah
seorang mahasiwi yang belum paham bagaimana cara mengurangi barang-barang yang
tidak saya perlukan, dulu saya suka menyimpan barang-barang yang menurut saya
berharga, seperti kertas-kertas tulisan dari teman-teman saya, kertas ujian, dan
barang-barang lainnya yang menurut saya penting dan akan saya perlukan suatu
saat nanti. Lemari saya dipenuhi dengan baju-baju yang menurut saya akan saya
pakai suatau hari nanti, padahal kenyataannya baju yang saya pakai itu-itu
saja, rak-rak dipenuhi dengan barang-barang kecil dan kertas-kertas slip yang
saya anggap sangat pnting nantinya, padahal kenyataannya tidak sama sekali.
Saya hanya disibukkan denagn barang-barang itu karna setiap kali berantakan
harus saya rapikan kembali. Huh, sesak rasanya.
Pada tahun 2019 bulan november saya mulai untuk
mengubah pola hidup saya, saya jumpa beberapa buku yang membahas tentang
menyedikitkan barang membuat kita lebih bahagia dari pada orang yang mempunyai
banyak barang. Saya mulai mengeluarkan beberapa barang yang memang sama sekali
tidak penting bagi saya, bulan selanjutnya saya mulai mengeluarkan barang-barang
yang menurut saya ini dibutuhkan, namun sebenarnya sama sekali tidak pernah
dipakai. Saya mulai tidak lagi meSedikit demi sedikit, namun pasti saya mulai
hidup dengan barang yang memang benar-benar saya butuhkan.
Hidup sederhana dikaitkan dengan hidup
minimalis, kata minimalis ini dicetus dari orang-orang jepang yang memilih
hidup untuk sederhana, hidup yang diajarkan oleh Rasulullah sejak 1400 tahun
lebih yang lalu. Coba kita lihat sedikit bagaimana kehidupan Rasulullah dan
para sahabatnya, memilih hidup dengan sangat sederhana, apakah mereka miskin?
Apakah mereka tidak ada uang? No, banyak dari mereka orang-orang yang sangat
kaya, namun memilih hidup dengan sederhana, mantap bukan? Seharusnya seorang
Rasul Allah, orang yang paling mulia di dunia dan di akhirat pantas memiliki
kemewahan yang berimpah, hidup dengan penuh kemewahan. Namun, Rasulullah lebih
memilih tidur dengan pelepah kurma dibandingkan dengan kasur. Namun bukan
berati di era kita yang sekarang kita juga harus tidur dipelepah kurma, bukan
itu nilai yang terkandung disni, namun makna yang terkandung disini Rasulullah
mengajarkan kepada kita bahwa hidup sederhana merupakan hidup yang paling baik
dibandingkan dengan hidup penuh kemewahan.
Nah, selain menyederhanakan barang saya mulai
menyederhanakan apa yang saya konsumsi untuk tubuh saya, mulai berusaha untuk
meninggalkan makanan-makanan yang tidak sehat dan beralih ke makanan yang dapat
menutrisi tubuh dengan baik. Namun, tentunya hal ini tidak mudah. Dibutuhkan
banyak pengetahuan-pengetahuan tujuan mengkonsumsi makanan sehat agar bisa
termotifasi dan tidak mudah terpengaruh.
Dengan menyederhanakan hidup rasanya saya menemukan
bahagia ketika fisik saya bebas melakukan sesuatu tidak dibebankan oleh
barang-barang yang harus saya urus setiap harinya, lega rasanya ketika harus
mengurusi sedikit barang dan tidak dibebani dengan barang yang bertumpukan disetiap sudut rumah.
Kemudian ketika mau kemana-mana saya gak harus ribet bawa pakaian 2 koper
padahal hanya nginap 2 hari saja hehe.
Dengan hidup sederhana saya bisa bertangung jawab atas
apa yang saya miliki, karna barang saya hanya sedikit jadi mudah untuk diurusi.
Saya memakai pakaian yang menurut saya masih layak pakai, yang penting bersih,
wangi, dan sederhana. Lega rasanya...
Dengan hidup sederhana kita lebih punya banyak waktu dan
energi, dari pada terus-terusan membereskan berang-barang yang bertumpuk
akhirnya stress. Semakin kita memiliki banyak ruang semakin banyak kita bisa
menikmti hal-hal yang berharga dalam hidup kita, bisa ada waktu dengan orang
yang kita cintai dll.
Selain menyederhanakan barang, pikiran juga harus
disederhanakan. Jauhi pemikiran-pemikiran yang toxic, pemikiran yang membuat
kamu terus-terus merasa bersalah dan tidak dihargai, berdamailah dengan diri
sendiri, tidak perlu terus-terusan menganggap diri tidak sempurna, seharusnya
cinta diri lebih diutamakan dibandingkan dengan cinta orang lain. Maafkan
kesalahan masa lalu, tidak ada manusia yang sempurna. Ikhlaskanlah, beri
kesempatan untuk masa dapan, dengan mempergunakan waktu dengan bijak di masa
sekarang. Singkirkan orang-orang beracun dalam hidup kita, jangan takut untuk
menjaga jarak dari orang-orang yang merusak mental kita, dan jangan sungkan
untuk mengatakan “tidak” kepada apa yang tidak membuat kamu bahagia. jaga
hubungan kepada mereka yang memebuat anda maju, jalani relasi pertemanan yang
sehat,
Sering-seringlah selfthogh dalam diri sendiri secara
realistis, berikan apreasi sekacil apapun itu, jika kamu dengan mudahnya
memberikan sesuatu kepada orang lain atas pencapaiannya, mengapa masih enggan
mengapresiasikan diri kepada diri sendiri. Jangan terlalu keras terhadap diri
kamu sendiri, memang ada wkatunya kita tegas dan keras pada diri sendiri tujaun
untuk membuat diri kita lebih baik lagi, namun jangan lupa kalau diri kita juga
butuh kelembutan. Mengapa masih enggan cinta diri padahal diri kamu sendirlah
yang berusaha melakukan apapun yang kamu inginkan.
Selain itu hidup sederhana membuat kita bisa mengatur keuangan
dengan bijak, uang yang biasa dihamburkan untuk hal-hal yang tidak perlu bisa
ditabung, mulailah untuk menabung, belilah sesuatu yang kamu butuhkan saja. Bedakan
barang yang bena-benar dibutuhkan dengan barang yang hanya keinginan hawa nafsu
saja, caranya mudah kok. Saya sudh coba tips ini, misalnya kita mau membeli jam
yang menarik perhatian kita disebuah toko, belum lagi diskon 50% nya hehe, coba
tunggu minimal 1 minggu. Pikirkan apakah saya benar-benar membutuhkan jam itu
atau hanya keinginan saja dan tergiur harga diskon, padahal jam dilemari sudh
banyak, nah, cara ini ampuh agar kita lebih bijak dalam mengeola uang.
Dengan hidup sederhana kita bisa bertanggung jawab dengan
barang yang kita milliki dengan cara menjaganya dan merawatnya
Pakailah sesuatu sampai benar-benar habis baru beli yang
lain
Saya sebagai seorng wanita paham betul bahwa wanita
sangat susah melihat diskon yang ada ditv, majalah atau dimal-mal. Rasanya
tidak mau melewatkan kesmpatam beberlanja saat diskon, iya benar tidak ada yang
salah dnegan itu, bahkan itu salah satu trik baik untuk ibu-ibu dirumah, bisa
hemat beli satu dapat satu, jadi dua deh. Tpi tunggu dulu, diskon itu meguras
keuangan lo? Lah kenapa? Bukannya itu dunianya wanita bisa berbelanja dnegna
hrga yang murh, nah itu hanya trik marketing saja. Eh-eh bukan itu yang mau
saya bahasa mksndya jika kita membeli barang yang sebenarnya tidak kita
butuhkan namun karena diskon yang sangat menggiurkan sedikit demi sedikit
membuat kita kekurangan yang seharusnya uang bisa dialokasikan ke hal lain
jadinya harus beli barnag yang sama sekali tidak kita butuhkan.
Dengan hidup sederhana kita bisa menghargai wkatu,
sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita, dari pada terus menggosok, nyuci
baju dengan tumpukan pakaian lebih banyak dan hal-hal lainnya. Lebih baik kita
hidup dengan barang-barng yang sedikit, gk capek deh dari pad harus ngosok
nyuci dall. Jadi puny banyak waktu santai-santai, nulis, membaca, ibadah
laungin waktu untuk orng yang kita cintai. Lega rasanya. Ingat! Siapapun yang
tidak ada waktu 2/3 untuk dirinya sendiri maka ia sama seperti budak, siapapun
ia, mau ia seorang ibu rumah tangga, polisi, doktor, pejabat dll. Jadi ya itu pilihan
kamu sendiri mau hidup sederhana atau sebaliknya?
Ada Filsuf yang mengatakan: “Memang menyenangkan bisa menjdi
orang yang luar biasa, bisa menikmati kemewahan dan ketenaran, namun pada
akhirnya pencapaian terbesar seseorang adalah menjadi orang yang waras,
bahagia, dan bajik demi hidup yag lebih panjang dan damai. Memang betul ada
kebahagian dalam kesederhanaan saya percaya itu, bagaimana dengan anda?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar