Jumat, 26 Januari 2024

BELAJAR DARI LEBAH

Lebah salah satu makhluk kecil yang jarang sekali terlihat di sekitar kita bahkan keberadaannya terabaikan. Dalam Al-Quran, Allah Swt mengagungkannya dengan adanya surat an-nahl yang menceritakan tentang keistimewaan lebah. Allah Swt berfirman dalam Al-Quran:
“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan lalu tempuhlah jalan tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu.”Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah Swt bagi orang yang berfikir.”
Dalam Al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang menyebutkan berbagai macam binatang seperti sapi betina, lalat, nyamuk dll. Namun, lebah-lah satu-satunya binatang yang diberi ilham oleh Allah Swt agar menjalani kehidupan yang baik. Lebah adalah salah satu binatang yang jarang terlihat oleh manusia, keberadaannya bahkan ditakuti. Tidak seperti binatang lainnya yang bisa ditemui di manapun seperti lalat, semut, dll. Karena lebah memiliki visi dan misi yang luar biasa untuk memberikan manfaat bagi makhluk hidup.
Lebah membuat sarang digunung-gunung, pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibikin oleh manusia agar jauh dari polusi yang akan mencemarkan madu yang dihasikan. Rasulullah Saw memerintahkan umat Islam agar meneladani kehidupan seperti lebah.
Dari Abdullah bin Amru bin Ash bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperti lebah. Dia memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik, hinggap namun tidak memecah dan merusak.” (HR. Ahmad).
Rasulullah Saw memerintahkan umat muslim agar mengambil ibrah dari kehidupan dan sifat lebah. Lebah tidak akan mengambil makanan dari bunga yang masih belum muda, juga tidak akan mendatangi bunga yang sudah didatangi oleh lebah lainnya. Lebah sangat memilih makanan yang diambilnya, makanan tersebut harus bersih, segar dan baik. Begitu juga seharusnya seorang muslim, agar mencari rezeki dari yang halal dan baik, tidak merebut rezeki orang lain dan memilah-milih asupan makanan sehingga dapat menghasilkan yang baik pula.
Sifat lain yang dimiliki lebah ialah mengambil manfaat dari bunga namun tidak merusak bunga tersebut, tidak merusak ranting yang ia hinggapi. Bahkan lebah memberi lebih kepada bunga dengan membantu proses pembuahan yang kelak menjadi buah untuk dimakan oleh makhluk di bumi. Begitu juga seharusnya seorang muslim, tidak membuat kerusakan dan menzalimi orang lain. Muslim seharusnya memberi kebaikan yang lebih besar dari apa yang didapatkannya.
Lebah selalu hidup berjamaah untuk sama-sama melaksanakan misinya yaitu memberi manfaat, begitu juga dengan seorang muslim yang harus berjamaah untuk menyukseskan misi berdakwah. Lebah adalah makhluk sosial yang tidak saling iri dengan yang lainnya. Ketika lebah membuat sarang, mereka bekerja sama untuk saling membantu satu sama lain.
Lebah bekerja bukan untuk memberikan manfaat kepada dirinya sendiri dan lebah lainnya, namun lebah memberikan manfaat yang jauh lebih besar kepada manusia. Sedangkan manusia tidak memberikan apa-apa kepada lebah. Seorang muslim juga belajar dari lebah agar selalu menjaga kesejahteraan dengan muslim yang lainnya, tidak iri atas apa yang dimiliki oleh orang lain, membantu jika ada kesulitan dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada orang banyak melebihi dari apa yang didapatkannya.
Lebah memiliki sifat yang baik karena Allah Swt telah memberikan ilham kepada lebah, begitu juga seharusnya seorang muslim. Allah Swt telah memberikan kepada umat Islam wahyu berupa Al-Quran dan sunnah untuk menjadi pedoman hidup agar menjadi muslim yang bisa melakukan hal-hal baik seperti lebah. Lebah mengajarkan manusia bahwa sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Rasulullah Saw bersabda,
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Lebah juga binatang yang pekerja keras, ia hanya fokus untuk mencari makanan yang baik kemudian menghasilkan madu yang keluar dari tubuhnya. Begitu juga seorang muslim yang harus fokus pada tujuannya, tidak goyah dan tidak lemah. Lebah mengajarkan muslim untuk mengasah potensi dan bakat agar bermanfaat untuk sekitar. Muslim seharusnya tidak diam dan mengubur segala potensi yang dimiliki, melainkan bergerak dan berusaha untuk mengembangkan ketrampilan sesuai dengan bidangnya agar bermanfaat untuk masyarakat.
Namun, tidak sedikit muslim yang masih ragu menujukkan bakatnya di tengah masyarakat hanya karena takut tidak diterima dan tidak sesuai dengan keinginan orang lain. Sehingga akhirnya mengubur potensi tersebut. Lakukanlah apapun itu selagi masih dalam koridor syariat Islam, Islam tidak melarang seorang muslim untuk berkarya, menghasilkan sesuatu. Bahkan Islam mengharuskan muslim untuk menggali potensinya agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Muslimah di luar sana, siapapun itu baik remaja atau sudah dewasa. Sudah menikah atau belum menikah, tidak ada larangan untuk menampilkan bakat yang dimiliki selagi itu tidak melanggar syariat Islam, apapun itu bisa dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan berbagai bidang yang diminati, just do it.
Pernah dengar kata pribahasa,
“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang”.
Terus, jika manusia mati meninggalkan apa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUSLIM MUST HAVE A TRIP

Siapa sih yang tidak suka travelling alias jalan-jalan. Kebanyakan orang suka travelling bahkan sudah menjadi sebuah gaya hidup yang sedang ...