Jumat, 26 Januari 2024

MUSLIM MUST HAVE A TRIP

Siapa sih yang tidak suka travelling alias jalan-jalan. Kebanyakan orang suka travelling bahkan sudah menjadi sebuah gaya hidup yang sedang trend saat ini. Namun, ada juga sebagian orang menganggap kalau jalan-jalan itu tidak perlu karena ribet, lelah dan hanya sebuah kegiatan menghamburkan uang tanpa ada manfaat yang didapatkan. Menurut saya ini salah besar, menjadi seorang muslim we must have a trip!, seorang muslim harus berkelana untuk melihat dunia yang telah Allah Swt ciptakan. Tapi, apakah travelling hanya sekadar hiburan untuk menghilangkan kepenatan? Jika hanya itu tujuannya apa bedanya dong kita dengan non-muslim yang menjadikan traveling sebuah hiburan semata?
Melakukan perjalanan ke berbagai tempat memang membuat kita bahagia secara fisik dan emosional, bisa menemukan pengalaman dan orang baru, juga bisa melihat keindahan alam yang belum pernah dilihat sebelumnya. Tapi, apakah hanya sekedar, “Wah, indah ya pemandangannya”, atau ketika berjumpa dengan orang baru yang beraneka ragam wajah dan sukunya, “Itu orang Hindia, Arab, Indonesia, Pakisatan.” Pernahkah kita merenungi untuk mengambil hikmah dari pemandangan indah yang dilihat?, atau pernahkah kita merenungi mengapa Allah Swt menciptakan manusia berbeda-beda? ataukan hanya sekedar jalan-jalan untuk melihat keindahan dan menjumpai orang-orang baru namun tidak ada hikmah dan pelajaran yang dapat menyentuh hati? Bagi seorang muslim, travelling itu bukan hanya sekedar hura-hura. Tapi, ada tujuan lain yang lebih penting yaitu mengambil pelajaran di setiap perjalanan.
Allah Swt berfirman:
“Maka apakah mereka tidak pernah mengadakan perjalanan di bumi sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka. Allah telah membinasakan mereka, dan bagi orang-orang kafir akan menerima nasib yang serupa itu.” (QS. Muhammad: 10).
“Berjalanlah di muka bumi, perhatikanlah bagaimana Allah Swt menciptakan manusia dari permulaannya, kemudian Allah Swt menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. Al-Ankabut: 20)
Dalam Islam, travelling bukanlah suatu hal yang dilarang, bahkan suatu hal yang diperintahkan dengan tujuan mengambil pelajaran dari pengalaman orang-orang terdahulu dan merenungi ciptaan yang telah Allah Swt ciptakan sehingga dapat meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah Swt.
Perjalanan bukan hanya tentang menghilangkan jenuh dalam diri, namun melihat dan merenungi setiap hal yang kita temui. Baik itu orang baru, kejadian baru dan keindahan alam. Ketika dalam perjalanan kita menemukan orang-orang baru dengan wajah dan latar belakang yang berbeda-beda, dari situ kita merenungi kekuasaan Allah Swt yang menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Ada yang memiliki wajah khas Arab, cina, hindia, Indonesia, semua memiliki wajah yang berbeda-beda untuk saling mengenal satu sama lain.
Allah Swt berfirman dalam Al-Quran:
“Hai Manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah Swt ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Swt Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujarat: 13).
 Perjalanan juga memberikan kita pengalaman yang tidak dijumpai di sekolah. Melihat dunia nyata denga berbagai kejadian yang ada, membuat kita bisa belajar dari kejadian tersebut. Baik itu kejadian yang dialami sendiri atau kejadian yang dialami oleh orang lain. Dalam perjalanan kita bisa melihat pemandangan indah yang mungkin belum pernah dilihat sebelumnya, namun apakah hanya sekedar bergumam “indah ya?” Lebih dari itu menanyakan siapa yang menciptakan keindahan se-indah ini?
Bumi yang diciptakan begitu luas, padahal kita hanya menapaki kaki di bagian paling kecil dari bagian bumi lainnya. Saat itu kita menyadari, ternyata kita hanyalah setitik manusia tanpa arti. Terlalu naif menyombongkan diri dihadapan Tuhan yang Maha menguasai bumi. Lalu mengapa masih menghamba pada manusia dan mencari validasinya yang tanpa arti? Sedangkan kita lupa ada Sang Pencipta yang lebih berhak dari itu semua. Maha Suci Allah Swt.
Dengan melakukan travelling, kita bisa bertemu dengan banyak orang yang bisa mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu. Banyak pengalaman yang dijumpai yang tidak akan ditemukan di sekolah atau di rumah. Itulah mengapa begitu penting memilih tempat travelling, berpergianlah ke tempat dimana kita bisa menjadi seorang muslim yang lebih baik dan berkulitas di dunia dan di akhirat. Travelling juga tidak harus dilakukan di tempat yang jauh, kita bisa mengunjungi tempat-tempat terdekat karena semua bumi Allah Swt ini dapat di ambil ibrah di dalamnya kecuali tempat yang dapat menjerumuskan kita ke dalam kemaksiatan.
“Tentu ada pelajaran yang diambil dari satu kilo perjalanan yang ditempuh.”
 Semoga Allah Swt memberikan kita semua kesehatan dan rezeki agar bisa jalan-jalan melihat keagungan Allah Swt.
Jika perjalanan dilakukan hanya sekedar menikmati keindahan alam tanpa mengambil ibrah di dalamnya, perjalanan tersebut hanya sekedar perjalanan yang melelahkan. Namun, jika perjalanan dilakukan untuk mengambil pelajaran di setiap perjalanan itu baru namanya the real muslim traveller.

BELAJAR DARI LEBAH

Lebah salah satu makhluk kecil yang jarang sekali terlihat di sekitar kita bahkan keberadaannya terabaikan. Dalam Al-Quran, Allah Swt mengagungkannya dengan adanya surat an-nahl yang menceritakan tentang keistimewaan lebah. Allah Swt berfirman dalam Al-Quran:
“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan lalu tempuhlah jalan tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu.”Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah Swt bagi orang yang berfikir.”
Dalam Al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang menyebutkan berbagai macam binatang seperti sapi betina, lalat, nyamuk dll. Namun, lebah-lah satu-satunya binatang yang diberi ilham oleh Allah Swt agar menjalani kehidupan yang baik. Lebah adalah salah satu binatang yang jarang terlihat oleh manusia, keberadaannya bahkan ditakuti. Tidak seperti binatang lainnya yang bisa ditemui di manapun seperti lalat, semut, dll. Karena lebah memiliki visi dan misi yang luar biasa untuk memberikan manfaat bagi makhluk hidup.
Lebah membuat sarang digunung-gunung, pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibikin oleh manusia agar jauh dari polusi yang akan mencemarkan madu yang dihasikan. Rasulullah Saw memerintahkan umat Islam agar meneladani kehidupan seperti lebah.
Dari Abdullah bin Amru bin Ash bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperti lebah. Dia memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik, hinggap namun tidak memecah dan merusak.” (HR. Ahmad).
Rasulullah Saw memerintahkan umat muslim agar mengambil ibrah dari kehidupan dan sifat lebah. Lebah tidak akan mengambil makanan dari bunga yang masih belum muda, juga tidak akan mendatangi bunga yang sudah didatangi oleh lebah lainnya. Lebah sangat memilih makanan yang diambilnya, makanan tersebut harus bersih, segar dan baik. Begitu juga seharusnya seorang muslim, agar mencari rezeki dari yang halal dan baik, tidak merebut rezeki orang lain dan memilah-milih asupan makanan sehingga dapat menghasilkan yang baik pula.
Sifat lain yang dimiliki lebah ialah mengambil manfaat dari bunga namun tidak merusak bunga tersebut, tidak merusak ranting yang ia hinggapi. Bahkan lebah memberi lebih kepada bunga dengan membantu proses pembuahan yang kelak menjadi buah untuk dimakan oleh makhluk di bumi. Begitu juga seharusnya seorang muslim, tidak membuat kerusakan dan menzalimi orang lain. Muslim seharusnya memberi kebaikan yang lebih besar dari apa yang didapatkannya.
Lebah selalu hidup berjamaah untuk sama-sama melaksanakan misinya yaitu memberi manfaat, begitu juga dengan seorang muslim yang harus berjamaah untuk menyukseskan misi berdakwah. Lebah adalah makhluk sosial yang tidak saling iri dengan yang lainnya. Ketika lebah membuat sarang, mereka bekerja sama untuk saling membantu satu sama lain.
Lebah bekerja bukan untuk memberikan manfaat kepada dirinya sendiri dan lebah lainnya, namun lebah memberikan manfaat yang jauh lebih besar kepada manusia. Sedangkan manusia tidak memberikan apa-apa kepada lebah. Seorang muslim juga belajar dari lebah agar selalu menjaga kesejahteraan dengan muslim yang lainnya, tidak iri atas apa yang dimiliki oleh orang lain, membantu jika ada kesulitan dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada orang banyak melebihi dari apa yang didapatkannya.
Lebah memiliki sifat yang baik karena Allah Swt telah memberikan ilham kepada lebah, begitu juga seharusnya seorang muslim. Allah Swt telah memberikan kepada umat Islam wahyu berupa Al-Quran dan sunnah untuk menjadi pedoman hidup agar menjadi muslim yang bisa melakukan hal-hal baik seperti lebah. Lebah mengajarkan manusia bahwa sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Rasulullah Saw bersabda,
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Lebah juga binatang yang pekerja keras, ia hanya fokus untuk mencari makanan yang baik kemudian menghasilkan madu yang keluar dari tubuhnya. Begitu juga seorang muslim yang harus fokus pada tujuannya, tidak goyah dan tidak lemah. Lebah mengajarkan muslim untuk mengasah potensi dan bakat agar bermanfaat untuk sekitar. Muslim seharusnya tidak diam dan mengubur segala potensi yang dimiliki, melainkan bergerak dan berusaha untuk mengembangkan ketrampilan sesuai dengan bidangnya agar bermanfaat untuk masyarakat.
Namun, tidak sedikit muslim yang masih ragu menujukkan bakatnya di tengah masyarakat hanya karena takut tidak diterima dan tidak sesuai dengan keinginan orang lain. Sehingga akhirnya mengubur potensi tersebut. Lakukanlah apapun itu selagi masih dalam koridor syariat Islam, Islam tidak melarang seorang muslim untuk berkarya, menghasilkan sesuatu. Bahkan Islam mengharuskan muslim untuk menggali potensinya agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Muslimah di luar sana, siapapun itu baik remaja atau sudah dewasa. Sudah menikah atau belum menikah, tidak ada larangan untuk menampilkan bakat yang dimiliki selagi itu tidak melanggar syariat Islam, apapun itu bisa dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan berbagai bidang yang diminati, just do it.
Pernah dengar kata pribahasa,
“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang”.
Terus, jika manusia mati meninggalkan apa?

BUANG RASA TAKUT, BE A BRAVE WOMEN!

Menjadi seorang wanita tidaklah mudah. Kita kerap akan dinilai negatif jika terlalu banyak memberi aksi dibanding laki-laki. Sekedar menentukan pilihan dan keinginan saja bisa jadi bertentangan dengan adat dan budaya. Sesukses apa pun dan sudah memberi manfaat sebesar apa pun untuk banyak orang tetap ada cibiran dimana-mana. Pekerja wanita juga dianggap tidak layak di masyarakat, kerap ada pernyataan “Wanita tidak boleh lebih tinggi di atas laki-laki!”.
Sebagaimana perkataan Mbak Najwa Shihab “Kesuksesan dianggap positif bagi laki-laki, namun dianggap negatif bagi perempuan.” Kebanyakan masyarakat menganggap bahwa kodrat wanita hanya sekedar mengerjakan pekerjaan domestik. Itu sebabnya wanita susah untuk mengekspresikan dirinya, mengembangkan segala potensi yang ia miliki, tidak percaya diri akan kemampuannya sendiri, takut bersuara karena tidak di dengar dan akhirnya mengubur harapan dan impiannya sedalam-dalamnya.
Seiring berjalannya waktu, banyak wanita yang sudah mulai berani bersuara dan membantu wanita lainnya yang terjebak dalam lingkaran kegelisahan, ketakutan akan sigma-sigma negatif dari masyarakat. Namun, tidak sedikit pula wanita yang masih terjebak dalam lingkaran pemahaman adat masyarakat, tidak mau repot-repot untuk mengembangkan diri, pasrah mengikuti standar kehidupan yang sudah ditetapkan oleh masyarakat bahwa wanita cukup menjadi seorang yang pasif. Wanita memutuskan untuk bersekolah di jenjang perkuliahan saja masih dianggap tidak pantas, seakan pendidikan adalah suatu hal yang sia-sia, karena pada akhirnya wanita akan mengurusi pekerjaan domestik yaitu mengurusi segala pekerjaan rumah. Padahal dalam lubuk yang paling dalam ada sebongkah berlian yang apabila diasah akan membawa perubahan yang besar.
Wanita sekilas memang identik tidak lebih kuat dari laki-laki Allah Swt. mengangkat derajat laki-laki lebih tinggi dibandingkan wanita karena besarnya amanah yang diemban laki-laki, dan laki-laki menjadi pelindung para wanita. Kelemahan di sini bukan berarti seorang muslimah tidak bisa melakukan apa pun yang dilakukan laki-laki. Bahkan sebaliknya, wanita harus lebih memiliki mental dan tubuh yang kuat untuk melakukan banyak hal. Jadi, tidak ada salahnya kalau seorang wanita belajar apa pun yang biasa dilakukan laki-laki seperti ketahanan diri untuk melindungi dirinya sendiri dari hal-hal yang merugikan dirinya. Berani bersuara saat mengalami kasus pelecehan seksual, dll sehingga tidak ada lagi yang mempersalahkan wanita dan diciut nyalinya.
Allah Swt juga memberi kita potensi untuk lebih bisa melakukan segala hal. Kita juga dianugerahi akal untuk meningkatkan kembali potensi. Pada kenyataan wanita lebih bisa bertahan dengan segala pekerjaan dan tantangan dibandingkan laki-laki. Kita hanya butuh kepercayaan diri lebih dengan potensi diri, lebih berani untuk mengupayakan segala kemampuan, menghilangkan stigma-stigma masyarakat yang menganggap wanita tidak perlu berkarya, berani menyuarakan suara demi kebaikan bersama, berani belajar lebih giat lagi, berani mempertahankan mimpi-mimpi kita, berani melakukan hal-hal yang dapat membawa kemaslahatan untuk dirinya sendiri maupun orang sekitar, berani memberikan kontribusi melalui segala bidang dan cara. Jangan mau menjadi wanita yang diakui karena kecantikan luar semata, justru lebih bangga jika menjadi wanita yang diakui karena kecerdasan, budi pekerti serta manfaat dan kontribusi yang dipersembahkan pada orang-orang sekitar. Wanita lahir bukan untuk menyaingi laki-laki, kita hidup dengan kodrat kita masing-masing, menjadi ibu, mertua, anak dan lainnya. Di samping berbagai peran tersebut, kita juga bisa berkarya dan belajar segala hal untuk meningkatkan kualitas diri.
“Because beside great men there are a great women”
Di samping laki-laki hebat sudah pasti ada wanita hebat yang mendukungnya, memberikan segala bentuk apresiasi kepadanya.
Pada kenyataannya menjadi wanita yang hebat memang tidak mudah bagi kita pemula yang masih mencoba untuk berusaha meningkatkan kualitas diri, jangankan memberi kontribusi untuk orang sekitar, bertanya dan berbicara di depan umum saja kita masih merasa takut untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Tidak percaya diri, meragukan diri sendiri dan merasa hal yang dipertanyakan tidak penting sama sekali, padahal masih dalam sebuah forum kecil. Kita sering bertanya pada diri sendiri “Apakah pertanyaan yang saya ajukan ini pantas untuk didengar orang?” “Ah, lebih baik diam saja deh, kayaknya pendapatku ini memang tidak diterima”, dan masih banyak pikiran-pikiran negatif yang terus menghantui kita untuk memulai memberikan pendapat kita sendiri.
Mari melihat wanita-wanita hebat yang bisa menjadi inspiratif bagi kita untuk lebih baik lagi, seperti kita Cut Nyak Dhien, pejuang asal Aceh yang begitu berani dalam mempertahankan kejayaan Aceh dari jajahan kaphe Belanda. Di Era sekarang seperti Najwa Shihab yang berani bersuara untuk kepentingan masyarakat.
Begitu juga pada masa Rasulullah Saw, perempuan-perempuan Madinah dikenal dengan perempuan yang berani dan tangguh dibandingkan perempuan lainnya. Apalagi dalam perkara menuntut ilmu mereka tidak segan-segan untuk bertanya di hadapan ribuan jamaah laki-laki tentang suatu permasalahan kepada Nabi Saw. Seperti Sayyidah Asma binti Yazid bin Al-Sakan Al-Anshari Ra., seorang perempuan Madinah yang pemberani, kritis dan juru bicara yang berani bertanya langsung kepada Rasulullah Saw di hadapan para lelaki kaum Ansar, serta menjadi teladan bagi wanita lainnya pada masa tersebut sampai ini.
Tidak hanya itu, Asma binti Yazid bin Al-Sakan Al-Anshari pernah langsung mendatangi Rasulullah Saw. untuk bertanya tentang permasalahan tata cara bersuci dari haid, beliau tidak malu bertanya tentang hal yang perlu dipertanyakan. Jika pada saat itu semua kaum wanita malu untuk bertanya tentang suatu permasalahan yang sangat penting untuk dipertanyakan, tentu kita tidak akan tahu bagaimana tata cara bersuci dari haid.
Ummu Salamah Ra. tentu kita tidak asing lagi dengan wanita yang satu ini, para sahabat banyak meriwayatkan hadis dari beliau, wanita yang sangat pemberani yang menuntut hak perempuan karena Al-Quran tidak menyebut “para perempuan”. Pada saat itu Ummu Salamah langsung bertanya kepada Rasulullah Saw:
“Wahai Rasulullah, aku tidak mendengar Allah Swt. memuji tentang hijrahnya perempuan?”
Kemudian Allah Swt. menurunkan ayat dalam Al-Quran:
“Bahwa sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan siapa yang berbuat baik di antara kalian, baik laki-laki maupun perempuan.” (QS. An-Nahl: 97)
Asma binti Abi Bakar Ra., putri seorang sahabat terdekat Rasulullah Saw. pernah melakukan hal yang sangat berisiko bagi dirinya dan Agama Islam. Ketika Rasulullah Saw dan Abi Bakar Ra. bersembunyi dari kaum kafir Quraisy di Gua Hira, Asma binti Abi Bakar berperan mengirim makanan kepada Rasulullah Saw dan Abi Bakar Ra. di dalam gua. Jarak yang sangat jauh bukanlah hal yang mudah bagi seorang wanita seusianya, ditambah risiko yang akan dihadapi jika ketahuan oleh kaum kafir Quraisy. Ketakutannya dikalahkan oleh besarnya keimanan dan keyakinan bahwa apa yang dilakukan sangat bermanfaat bagi umat dan masa depan agamanya. Pada saat itu Sayidah Asma Ra membawa makanan selama Rasulullah Saw dan ayahnya di sana. Namun, ia tidak memiliki pengikat makanan yang harus diikatkan. Akhirnya dengan penuh inisiatif ia robek tali pinggangnya menjadi dua bagian, satu dikatakan di pinggangnya dan yang satunya lagi diikatkan ke makanan yang dibawanya.
Begitulah figur seorang wanita yang angguh dan pemberani dalam mengambil sikap, ia tidak segan-segan mengorbankan semua yang dimilikinya untuk menolong agama Allah Swt. Tidak lemah dan tidak pasrah dengan keadaan. Masa muda yang identik dengan hura-hura dan membuang waktu sia-sia. Namun, para wanita di zaman Rasulullah seperti Asma binti Abi Bakar mengorbankan seluruh yang dimilikinya untuk menolong agama Allah Swt.
Bagaimana para wanita itu bisa menjadi wanita luar biasa? Karena satu hal yaitu memulai untuk berubah dari hal-hal kecil, berani untuk mengubah pola pikir yang tidak membangun, berani memupuk mental lebih kuat lagi dengan cara menghadapi rasa takut. Ya rasa takut, kunci utama dalam menepis segala keraguan dalam diri. Kita bisa memulai untuk belajar demi sedikit bagaimana menghilangkan rasa takut dalam diri sendiri dan menjadi pribadi yang lebih berani lagi dalam melakukan kebaikan.
Kita bisa lebih banyak belajar dan mengambil ibrah dari wanita-wanita inspiratif untuk lebih menjadi pribadi yang berani, karena awal dalam mengejar mimpi butuh keberanian, mental yang kuat dan mampu memahami kekurangan diri, mengubah sedikit demi sedikit untuk lebih baik lagi. Menjadi pribadi yang lebih berani perlu mengerti tentang tujuan dan manfaat apa yang akan didapatkan. Apakah bermanfaat atau tidak? Bagaimana jika kita tidak mau memulai mengubah hal-hal kecil, tentu kita tidak akan sampai ke hal-hal yang besar. Yuk berani untuk lebih baik lagi!.
Ada beberapa hal yang perlu kita ubah dalam diri untuk memulai menjadi pribadi yang lebih baik lagi agar bisa mengembangkan segala potensi yang kita miliki:
• Berani berekspresi
Kalau lagi sedih, marah, bahagia, mudahkah kita mengekspresikannya? Kebanyakan dari kita sebagai seorang wanita sangat sulit mengekspresikan apa yang sedang dirasakan. Saat marah atau sedih kita lebih memilih untuk memendam apa yang dirasakan dari pada mengekspresikannya langsung, mungkin karena takut menyinggung perasaan orang lain dan takut kalau yang kita lakukan sulit diterima oleh lingkungan. But, memendam perasaan marah dan kesal terhadap suatu hal juga bukan hal yang baik lo! Bahkan bisa membuat kita depresi.
Sebagai seorang wanita yang cenderung lebih menggunakan perasaan dari pada logika, kita sering memendam apa yang dirasakan dan berharap orang lain paham apa yang kita rasakan. Ingin sesuatu bukannya mengatakannya langsung tapi malah berharap lawan bicara kita paham apa yang kita inginkan, atau nama lainnya “main kode-kodean”. Yah, gimana mau paham kalau bilangnya cuma di hati. Tapi begitulah fitrah/kodrat kita sebagai seorang wanita. Berharap untuk dimengerti.
Coba mulai sekarang kita latihan untuk mengutarakan hal-hal kecil, berani mengungkapkan apa yang kita inginkan dan rasakan. Misalnya, ada seseorang yang membuat kita marah atau sedih, ungkapkan dengan baik-baik, “Aku tidak suka kamu berkata seperti itu, lain kali jangan bicara seperti itu lagi ya”. Atau jika ada yang mengkritik suatu hal yang kita senangi “Jangan baca buku terus, kayak kutu buku nanti”, kita mungkin bisa menjawab “Ya, tapi saya suka soalnya banyak hal-hal menarik di sini!”. Atau ketika ditawarkan pilihan makanan yang ingin kita makan, coba pilih makanan yang memang kita suka, bukan malah bilang “terserah”. Its not an option, ladies!.
Memang kata “terserah” yang diucapkan karena merasa tidak enak kepada orang lain, jadi apa pun makanannya boleh-boleh saja. Tapi, kalau makanannya tidak sesuai dengan yang kita mau akhirnya bikin bad mood kan? Nah, lebih baik mana? Langsung kita pilih sendiri atau orang lain yang pilihkan karena merasa tidak enakan? Ya, tentu pilihan sendiri dong! Atau misalnya tanyakan pada diri sendiri kegiatan apa yang saya sukai? Buku jenis apa yang saya sukai? Melatih diri terus-menerus untuk mengutarakan apa yang kita inginkan dan rasakan manfaatnya untuk meningkatkan keberanian kita sedikit demi sedikit, and makes you grow up.
• Melakukan apa yang disukai dan tidak takut mengambil risiko.
Berada di zona nyaman memang menyenangkan. Tidak perlu lagi capek-capek memikirkan ini dan itu. Tapi bakalan membuat kita sulit di masa yang akan datang. Sudah terbiasa tidak mau repot-repot menerima tantangan baru, takut mengambil risiko. Jadi ketika ada sedikit tantangan atau masalah yang datang di hidup kita, kita bakalan kesulitan dalam memecahkan atau keluar dari masalah tersebut. Dan itu gak bakalan buat kita grow up.
Apa pun yang kita lakukan tentu ada risikonya, apalagi melakukan suatu hal yang besar tentu risikonya juga lebih besar. Maka dari itu mau sampai kapan kita terus-terusan diam di zona nyaman?
“Ketika kita berani melangkah untuk membuat suatu perubahan, kita mengambil risiko bahwa bisa jadi kita gagal. Tetapi, satu-satunya cara untuk menjadi lebih baik adalah dengan mencoba.” -Joyce Meyer-
Nah, apa yang Anda pahami dari kata-kata Joyce Meyer? Kalau kita tidak mau melakukan sesuatu karena takut gagal, ya lebih (sayang/disayangkan) lagi kalau tidak mau mencoba. Setidaknya walaupun gagal kita banyak mendapatkan hal baru dan pelajaran yang belum kita didapatkan sebelumnya.
Saya juga pernah dengar nasehat dari mbak Najwa Shihab: “Anak muda itu harus banyak mencoba hal baru, harus banyak gagalnya, harus berani ambil resiko, karena kalau sudah tua tinggal menikmati kesuksesan dari beribu kegagalan”. So, tidak masalah karena salah dalam mengambil tindakan. Coba lagi! semakin banyak mencoba semakin tahu mana yang benar-benar cocok buat kita, dan kita jadi banyak pengalaman baru yang belum tentu didapatkan oleh orang lain yang tidak mau mencoba.
• Menerima kritikan dan saran dengan pikiran yang terbuka.
Salah satu hal yang membuat kita tidak berani memulai hal baru yang lebih baik disebabkan karena takut apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan ekspektasi orang lain, belum ngelakuin aja udah overthinking duluan “Gimana ya kalau dinilainya begini dan begitu?” Karena pikiran-pikiran inilah yang membuat kita sepintas lebih baik menghindari suatu hal karena takut dengan penilaian orang lain.
Bahkan terkadang ketika ditawarkan saran, rasanya hati ini berat untuk mempertimbangkannya. Merasa yang sudah kita lakukan full top the best one hundred percent, tidak mau dikoreksi kembali yang padahal itu demi kebaikan kita juga. Biasanya ini dirasakan oleh jiwa-jiwa perfeksionis. Jangankan di kritik, diberi saran saja sulit untuk diterima.
Nah, mulai saat ini coba lakuin dulu apa yang kamu inginkan, berani dengarkan kritikan dan saran, baik kritikannya bersifat membangun ataupun tidak, lebih baik terima saja dulu. Pahami kalau hidup di dunia ini sejatinya tidak bisa buat semua orang suka dan setuju dengan apa yang kita lakukan. Setelah itu menyaring mana saran yang terbaik dan kritikan yang membangun pribadi. Kalau ada kritikan yang tidak baik, cukup terima saja dan hadapi kritikan itu dengan pikiran yang terbuka. Tapi, jangan dimasukkan ke hati ya! Fokus saja ke hal-hal yang membangun, katakan pada diri sendiri “Apa yang aku lakukan adalah hal baik, dan tidak merugikan orang lain” just let your dream go, jalani saja terus, masih banyak kok yang mendukung.
• Meningkatkan rasa percaya diri
Meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri. Percaya kalau kita bisa. Percaya kalau yang kita lakukan tidak merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Percaya bahwa yang kita lakukan akan berdampak untuk kemajuan diri kita sendiri, percaya kalau kita bisa dan kuat. Untuk trik dan tip meningkatkan kepercayaan diri dari para ahli akan di bahas pada bab selanjutnya.
• Berpikir positif
Sebenarnya rasa takut muncul karena pikiran-pikiran negatif yang kita ciptakan sendiri. Baru mau mulai udah duluan mikir “nanti kata orang gimana ya?, padahal sebenarnya itu Cuma ada pikiran kita saja.
Pikiran orang lain bukan dalam kendali kita, kita cuma bisa mengendalikan pikiran kita sendiri biar tidak memikirkan yang membuat nyali ciut. Alhasil karena terus memikirkan hal-hal yang negatif membuat kita tidak berani memberikan pendapat, mengutarakan apa yang kita inginkan.
• Berteman dengan lingkungan yang mempunyai pikiran yang terbuka
Menyeleksi lingkungan yang benar dan baik itu (perlu banget/sangat penting). Tidak semua circle pertemanan harus ada kamu di situ. Lingkungan yang baik pasti bisa membawa kita ke hal-hal yang baik juga, begitu juga sebaliknya. Dengan memilih lingkungan yang baik dan berteman dengan orang-orang yang luas, sudut pandangnya membuat kita lebih luas juga cara berpikir. Berteman dengan orang-orang yang percaya diri dan berani akan mempengaruhi kita lebih percaya diri juga. So, tentukan lingkunganmu dan dengan siapa kamu berteman!

BE VIP WITH ALLAH

Menjadi seorang muslim yang sejati melaksanakn shalat lima waktu adalah sebuah kewajiban karena shalat tiang agama, jika ditinggalkan maka amalan yang lainnya pun akan cacat. Shalat adalah amalan yang pertama kali di hisab, jika semasa di dunia ada menunaikan shalat maka baik pula hisabnya. Allah Swt menjadikan shalat sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan-Nya, karena manusia membutuhkan tempat untuk kembali kepada Sang Maha Kuasa, baik di saat sedih maupun senang. Shalat menjadi sarana bagi seorang muslim untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Shalat lima waktu hadiah dari Allah Swt yang diberikan khusus kepada umat Nabi Muhammad Saw. Seorang muslim hanya wajib menemui Allah Swt pada lima waktu khusus yang sama sekali tidak memberatkan hamba-Nya. Sesibuk apapun seorang muslim, shalat lima waktu tidak boleh ditingalkan. Disamping itu, Allah Swt juga memberikan seluruh waktu untuk hamba-Nya yang ingin menemui-Nya diluar waktu shalat wajib yaitu shalat sunnah. Shalat yang dilakukan dengan kerelaan hati tanpa ada paksaan. Seakan-akan Allah Swt mengatakan kepada hamba-Nya “Temui Aku kapan pun engkau mau, wahai hamba-Ku”. Tidak perlu menunggu datangnya waktu wajib untuk menemui Allah Swt, seorang muslim bisa bermunajat kepada Allah kapanpun yang diinginkan dengan menunaikan shalat sunnah.
Menjadi orang istimewa tentu harus melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang melebihi dari tuntutan. Seorang bos diperusahaan pasti menyukai karyawan yang rajin, melakukan pekerjaan diluar kewajiban, karyawan seperti ini tentu mendapatkan nilai plus di mata bos. Begitu juga menjadi seorang hamba, untuk menjadi hamba yang spesial di mata Allah Swt juga harus mengoptimalkan amalan-amalan sunnah, amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jangan mau menjadi hamba Allah Swt yang biasa-biasa saja, rayu Allah Swt dengan ibadah sunnah sehingga Allah Swt menempatkan kita pada derajat yang tinggi disisi-Nya.
Shalat sunnah adalah amalan pelengkap shalat wajib, shalat yang bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun seperti shalat mutlak, atau shalat yang dilakukan di sepertiga malam seperti shalat tahajud. Dengan melakukan amalan-amalan sunnah, Allah Swt akan memberikan keutamaan atau manfaat lebih kepada hamba-Nya, mempermudah segala urusan-Nya, semakin besar rasa cinta Allah Swt kepada hamba-Nya, dan keutamaan-keutaman lainnya. Ada beberapa shalat sunnah yang sebaiknya dilakukan secara terus menerus oleh seorang muslim sejati agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, seperti shalat tahajud, shalat dhuha, shalat istikharah dan masih banyak shalat sunnah lainnya. Namun, disini kita akan membahas beberapa keutamaan shalat sunnah yang sebaiknya dilakukan oleh seorang muslim.
The Power of Tahajud
Shalat tahajud merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan bagi seorang muslim yang ingin mendapatkan nilai tambahan di sisi Allah Swt. Shalat paling afdhal setelah shalat wajib karena keutamaannya yang begitu besar di sisi Allah Swt. Shalat yang dilaksanakan pada malam hari antara insya dan subuh dan dilakukan setelah tidur. Allah Swt berfirman dalam Al-Quran yang artinya:
 “Dan pada sebagian malam hari, tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat engkau ke tempat terpuji.” (QS. Al-Isra:79)
Shalat tahajud adalah satu-satunya shalat yang disebutkan dalam Al-Quran. Hajada yang berarti bangkit setelah beristirahat, kemudian ditambahkan ta dan tasydid untuk menunjukkan bahwa shalat tersebut tidak mudah dikerjakan. Bagi pemula, menunaikan shalat tahajud bukanlah suatu yang mudah, karena shalat ini dilakukan dimalam hari saat semua orang tertidur, saat mata masih terasa mengantuk, saat kedinginan malam membuat diri susah untuk berwudhu, saat tidur lebih nikmat dari pada bangun. Namun, keutamaan yang Allah Swt berikan kepada hamba-Nya bagi yang melaksanakannya pun tidak main-main. Ada beberapa hal yang Allah Swt janjikan bagi hamba-Nya yang mampu melaksanakan shalat tahajud:
a) Allah mengangkat derajatnya langsung di dunia
Ini kisah nyata, saya mempunyai teman yang rutin shalat tahajud setiap malam. Saya sering melihatnya bangun dan shalat dua rakaat setiap malam. Ia seorang yang sangat santai, kegiatannya hanya mengulang hafalan Al-Quran. Suatu hari ia mendapatkan telefon dari seorang ustz menyuruhnya untuk mengumpulkan berkas beasiswa secara cuma-cuma tanpa ikut seleksi. Berkas dikumpulkan langsung ke jakarta, sedangkan ia berasal dari Aceh. Namun, karena jauh dan tidak ada teman ke jakarta akhirnya ia memutuskan untuk tidak pergi. Ia pun sudah yakin tidak akan lolos beasiswa karena berkas tidak dikumpulkan. Beberapa hari kemudian, ia di telefon kembali oleh ustaz tersebut dan menyuruhnya untuk mengirimkan saja berkasnya melalui jasa pengiriman, akhirnya ia pun mengirimkan berkas tersebut dan lulus beasiswa ke Mesir tanpa seleksi. Ketika di Mesir ia juga banyak sekali mendapatkan penghargaan International, padahal saat itu ia masih di posisi menjadi mahasiswa baru. Disini saya percaya, kekuatan tahajud dan Al-Quran itu benar-benar ada bagi orang yang ikhlas melaksanakannya.
b) Dibimbing oleh Allah disetiap pekerjaan yang dilakukan
Kesitimewaan lain yang diberikan oleh Allah Swt kepada hamba-Nya yang rutin shalat tahajud yaitu dibimbing segala aktifitas yang ingin dikerjakan. Jika pekerjaannya salah maka Allah Swt langsung menunjukkan ke jalan yang benar.
c) Dikabulkan segala keinginannya
Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga terkahir, kemudian Allah Swt berfirman:”Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku ijabah doanya, siapa meminta-Ku akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni dia” (HR. Bukhari dan Muslim).
d) Jika ada malasah, akan diberi jalan keluar yang tidak di sangka-sangka
Bagaimana tidak? Seorang hamba yang meluangkan waktu-Nya untuk bertemu Allah Swt di malam hari, dengan isak tangis ia memohon kepada Tuhan Pencipta Alam, mengadu segala keluh kesah-Nya kepada Tuhan Maha Esa, tidak akan mungkin dibiarkan terus-terusan dalam kegelisahan. Tentu Allah akan memberikan jalan keluar kepada hamba-Nya dari jalan yang tidak bisa dijangkau oleh akal pikiran manusia.
e) Mendapatkan pertolongan Allah Swt
Ketika ada masalah dan dilanda cobaan yang diluar kuasa manusia, satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan meminta pertolongan kepada Allah Swt, karena Allah Swt satu-satunya yang mampu menghilangkan segala cobaan dan kesulitan dan hidup manusia. Keutamaan yang didapatkan ketika menunikan shalat tahajud Allah Swt akan membantu hambanya keluar dari kesulitan, sehingga ia bisa hidup dengan tentram dan damai.
f) Wajahnya akan berseri-seri
Manfaat yang didapatkan bagi ahli tahajud adalah wajahnya akan bercahaya, Allah Swt langsung memberikan cahaya itu kepada ahli tahajud sehingga apabila melihat seseorang wajah ahli tahajud akan terasa teduh dan damai, indah dipandang tanpa perlu bantuan alat kosmetik.
 Imam Ibnu Qayyim berkata:
“Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan cahaya pada wajah”
Semua orang mendambakan wajah yang bersinar, indah dipandang dan tentram. Hal itu bisa kita dapatkan dengan shalat dua rakaat disepertiga malam terkahir, karena pada saat itu Allah Swt hadir langsung ke langit dunia meberikan cahaya kepada wajah hamba-Nya.
Imam Hasan Al-Basri seorang ulama dari Basrah pernah ditanya oelah seseorang, “Mengapa orang-orang yang membiasakan shalat tahajud di malam hari wajahnya begitu bercahaya, berseri-seri dan berwibawa?”. Hasan Al-Bashri menjawab, “Karena mereka selalu bercengkrama dengan Allah Swt dikegelapan malam, maka Dia pun memberikan kepada mereka cahaya dari cahaya-Nya”
Said bin Al-Musayyab r.a berkata: “Sesungguhnya orang yang selalu shalat malam, Allah Swt akan menjadikan pada wajahnya cahaya, sehingga dia dicintai oleh seluruh umat, bahkan orang yang belum mengenalnya sekalipun. Orang akan berkata, “aku sungguh menyenangi orang ini padahal aku belum mengenalnya”
Benar sekali, kita bisa melihat para wali Allah Swt, ulama, wajah mereka begitu karismatik, bercahaya, tenang dan berwibawa, membuat kita ingin selalu melihatnya, kuncinya karena mereka menunaikan shalat tahajud. So, kunci utama agar wajah bersinar dan enak dipandang sering-sering melaksanakan shalat tahajud yang dilakukan secara ikhlas dan khusyuk untuk mengharapkan ridhanya Allah Swt.
g) Menjadi orang yang bahagia
Orang yang ahli tahajud tidak akan mudah sakit hati, tidak akan mudah patah hati, gelisah, pesimis. Mereka penuh percaya diri, tidak akan pernah gagal dalam hidupnya, kuat dalam menjalani hidup, itu semua karena ia mampu melaksanakan sebuah ibadah yang butuh perjuangan. Ketika merasa gelisah atas beban hidup, solusinya adalah bangun disepertiga malam, mengambil wudhu dan shalat dua rakaat.
Saya merasakan efek dari shalat tahajud, padahal saya bukanlah orang yang sering melaksanakannya. Saat itu beban yang saya pikul seperti tidak ada jalan keluarnya. Saya gelisah dan hanya bisa beristirahat sebentar. Saya paksakan diri saya untuk bangun dan mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat dan meminta pertolongan Allah Swt, pada saat itu seketika hati saya ikhlas, saya tidak lagi mengkhawatirkan sesuatu yang bukan atas kuasa saya, saya bisa menerima semua ketetapan tanpa menyalahkan takdir, saya mendapatkan ketenangan di dua rakaat itu.
Disitu saya percaya bahwa janji Allah benar, bahwa tahajud adalah solusi paling baik saat hati gundah gulana, waktu curhat terbaik kepada Sang Khalik saat semua orang terlelap. Pada saat itu Allah Swt hadir menyaksikan hamba yang bermunajat kepada-Nya.
h) Tubuh Menjadi Sehat
Tidak hanya jiwa yang diberi ketenangan, tubuh juga mendapatkan manfaatnya dari shalat tahajud. Secara ilmiyah, orang yang sering bangun di malam hari untuk melaksankan shalat tahajud memiliki daya tubuh yang kuat sehingga tidak mudah diserang penyakit. Rasulullah Saw bersabda:“Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang shalih, sarana mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dosa, menghapus perbuatan salah, dan mencegah dari segala penyakit.” (HR. Tirmdzi)
i) Akal Menjadi Cerdas
Ini kisah dari Alm. Pak Habibi yang saya kutip dari media sosial, ketika beliau sekolah di jerman, beliau mempunyai dua orang teman beragama kristen yang sangat berprestasi di kelasnya. Kemudian beliau memperhatikan kapan mereka belajar. Ternyata dua temannya yang berprestasi tersebut selalu menggunakan waktu disepertiga malam untuk belajar, karena mereka tahu waktu tersebut adalah waktu emas untuk meningkatkan kerja otak mereka.
Hal ini juga bisa dibuktikan secara ilmiyah. Menurut penelitian, shalat tahajud dapat meningkatkan kecerdasan otak karena dipengaruhi oleh gelombang alpha yang membawa kita masuk ke dalam pikiran bawah sadar pada saat tidur, sehingga pikiran dan jiwa menjadi tenang dan tentram. Karena pikiran yang tenang dan rilex membuat aliran darah pun berjalan dengan lancar sehingga membuat otak lebih optimal.
Gimana? Keutamannya tidak main-main bukan? Banyak sekali keutamaan yang Allah berikan bagi hamba-Nya yang melaksanakan shalat tahajud. Namun, untuk menunaikan shalat tahajud bukanlah sebuah hal yang mudah, diperlukan beberapa hal agar bisa melaksanakannya, di antaranya:
• Tekad yang kuat
Hal pertama yang harus dilakukan ketika ingin melaksanakan shalat tahajud ialah tekad yang kuat. Bertekad akan melaksanakan shalat tahajud pada malam ini. Tanpa tekad yang kuat, keinginan untuk menunaikannya hanyalah angan-angan kosong.
• Berusaha untuk tidak melakukan maksiat di siang hari
Seseorang yang melakukan maksiat di siang hari akan sulit melaksanakan shalat tahajud. Jadi, agar mudah bangun malam untuk shalat, hindari dosa kecil maupun besar.
• Tidur di siang hari (Qailulah)
Tidur di siang hari adalah salah satu faktor yang memudahkan kita untuk bangun di malam hari, minimal 15 menit perhari sebelum zuhur atau sesudah zuhur. Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk tidur siang karena banyak sekali manfaat yang didapatkan ketika seseorang tidur siang. Rasulullah Saw bersabda:
“Tidur sianglah kalian (Qailulah) karena setan tidak pernah tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim)
Hal ini juga dibuktikan dengan penelitian moderen. Menurut penelitian, tidur siang dapat menguatkan daya ingat, meningkatkan mood, menyegarkan pikiran, membuat fisik lebih bersemangat, mengobati insomnia, menurutkan stres, mencegah penyakit jantung, dan meningkatkan energi kita untuk melaksanakan ibadah. Rasulullah Saw mengajarkan qailulah agar dapat bangun untuk melaksanakan shalat tahajud dimalam hari.
• Mengatur Alarm
Cara selanjutnya yaitu dengan mengatur alarm di jam yang ditentukan. Setelah itu letakkan handphone lebih jauh dari tempat tidur, agar ketika alarm berbunyi kita bisa langsung bangun dan tidak tertidur lagi. Jika kamu masih susah bangun, setel tiga alarm. Jika terlewatkan satu alarm, maka kamu masih bisa dibangunkan oleh alarm di waktu yang lain.
Sebenarnya ada alarm terbaik yang bisa kita dapatkan yaitu alarm dari Allah Swt. Sebelum tidur, berdoa kepada Allah Swt“Ya Allah, tolong bangunkan saya malam ini untuk menunaikan shalat tahajud, ketika saya sudah bangun tapi susah untuk berwuduhu tolong ya Allah hilangkan rasa kantuk saya sehingga saya bisa menunaikan shalat tahajud”. Its the best alarm.
Sebenarnya Allah Swt sering membangunkan kita untuk shalat tahajud di malam hari dengan membuat kita merasakan ingin buang air kecil, sebenarnya itu cara Allah membangunkan kita agar bisa shalat. Namun, kadang kita mengabaikan panggilan itu. So, untuk ke depannya jangan lagi ya, Allah rindu mau berbincang-bincang denganmu.
• Tidak bergadang
Cara terkahir, usahkan tidur secepatnya agar bisa shalat tahajud. Rasullah Saw saja sangat jarang bergadang kecuali ada hal yang mendesak seperti berdiskusi masalah peperangan, strategi peperangan dll. Rasulullah tidur setelah shalat insya agar bisa bangun shalat tahajud. Jadi, agar terbangun di malam hari usahakan jangan tidur di atas jam 11 yah.
 Membiasakan diri untuk shalat tahajud memang tidak mudah, tapi kita bisa mencoba sedikit-demi sedikit. Jika belum mampu setiap hari, coba sekali dalam seminggu, jik belum mampu sekali dalam seminggu coba sekali dalam sebulan. Atau bisa membuat challage 40 hari agar bisa terbiasa shalat tahajud, karena kalau ingin mengubah suatu kebiasaan perlu 40 hari dilakukan secara terus menerus. Walaupun bagi wanita ada masa liburnya karena memasuki masa menstruasi, tidak apa-apa jika ada jedanya yang terpenting terus berusaha agar bisa konsisten shalat tahajudnya ya. Semangat!
The Power of Dhuha
 Shalat dhuha merupakan shalat yang dilakukan pada waktu dhuha antara . waktu dhuha adalah waktu dimana Allah Swt bersumpah dengannya. Sumpah Allah atas waktu dhuha menunjukkan bahwa waktu ini adalah waktu terbaik untuk beribadah. Dimana orang-orang sibuk dengan kehidupan duniawinya. Allah Swt ingin melihat siapa dari hamba-hamba-Nya yang ketika dipenuhi dengan kesibukan masih menyempatkan diri untuk bertemu dengan Rabb-Nya.
 Jika Allah Swt menyebutkan waktu dhuha, itu menunjukkan bahwa waktu itu sangat penting dan besar keutamaannya. Rasululah Saw mewasiatkan beberapa amalan yang tidak pernah beliau tinggalkan, salah satunya ialah shalat dhuha. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, beliau berkata:
“Kekasihku Rasulullah Saw telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua raka’at di waktu dhuha dan witir sebelum tidur”. (H.R Bukhari)
 Shalat dhuha memiliki beberapa keutamaan bagi yang mengerjakannya. Diantaranya akan membuat jiwa dan pikiran tenang, membuat tubuh lebih sehat karena gerakan shalat terbukti membantu melancarkan peredaraan darah apalagi shalat dhuha dilakukan di pagi hari sebagai pengganti dari olahraga, dimudahkan rezekinya, dan dimudahkan segala hajatnya. So, untuk mendekatkan diri kepada Allah di pagi hari, jangan lupakan untuk shalat sunnah dhuha, karena itu akan meningkatkan cinta-Nya Allah kepada kita. Se-sibuk apapun pekerjaanmu di pagi hari untuk bekerja, kuliah, dan kegiatan lainnya, sempatkan shalat dua rakaat saja.
The Power of Istikharah
  Kebanyakan orang memahami shalat istikharah adalah shalat yang dikerjakan ketika ada dua pilihan yang sangat sulit untuk ditentukan. Seperti menentukan jodoh, dan dilakukan hanya ketika malam hari saja sebelum tidur. Padahal shalat istikharah sangat diperlukan di setiap harinya, karena kita tidak mampu untuk memilih hal sekecil pun. Al-Habib Muhammad bin Anies Shahab mengatakan bahwa kita perlu shalat istikharah setiap harinya sebelum melaksanakan suatu pekerjaan, untuk meminta jalan terbaik kepada Allah Swt walaupun hal-hal yang kecil. Karena pilihan hidup ini banyak, kita setiap harinya disuruh untuk memilih melakukan pekerjaan yang A atau B, mau pakai baju yang ini atau yang itu, mau mandi dulu atau makan dulu. Jadi, mulailah untuk berusaha merutinkan shalat istikharah setiap harinya agar Allah Swt memberikan kita jalan terbaik.

Selasa, 23 Januari 2024

WANITA DAN PENDIDIKAN

Pendidikan adalah topik yang paling penting, karena pendidikan adalah unsur utama yang menjadikan seseorang berkarakter. Sebelum kita masuk ke inti pembahasan, pendidikan itu apa sih? Seberapa penting pendidikan bagi wanita?
Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran mengenai pengetahuan dan keterampilan yang bisa dilakukan dimana saja. Pendidikan memang tidak sebatas pada bangku sekolah, melainkan bisa direalisasikan di mana saja baik itu pendidikan formal atau non formal. Pendidikan adalah hak semua orang mulai dari yang usia dini sampai lanjut usia. Tapi, pada kenyataannya masih banyak yang mengabaikan arti penting dari pendidikan itu sendiri, menganggap pendidikan hanya jembatan untuk mendapatkan kerja dan jabatan. Sehingga jika tidak dapat menjamin karir sukses ke depannya, lantas buat apa berpendidikan?
Banyak orang yang tidak berpendidikan tapi bisa menjadi milioner, dan tidak sedikit juga orang yang berpendidikan pada akhirnya hanya menjadi guru honor di sekolah negeri. Apalagi tahun lalu ada berita yang menggemparkan warga media sosial tentang lulusan S1 yang kalah dengan lulusan SMA dalam hal melamar kerja. Nah, jadi berpendidikan buat apa dong?
Berpendidikan bukan hanya secarik kertas ijazah yang kita dapatkan, itu hanya sebuah tanda bahwa kita pernah belajar di universitas tersebut dengan tingkatan sarjana misalnya.
“Ijazah adalah tanda bahwa Anda pernah bersekolah/berkuliah bukan tanda pernah berpikir.”-Rocky Gerung-
Tentu benar, pendidikan memang tidak menjamin seseorang akan mendapatkan kerja sesuai dengan passion-nya, tidak menjamin orang bisa kaya raya. But, mari kita lihat bagaimana Ki Hajar Dewantara, seorang bapak pendidikan memaknai konsep pendidikan itu sendiri. Menurut Ki Haji Dewantara, tujuan pendidikan adalah untuk memerdekakan manusia. Nah,“Bagaimana manusia merdeka itu?. Menurut Ki Haji Dewantara, ada dua poin penting manusia dinamakan merdeka; Pertama, selamat raganya. Kedua, bahagia jiwanya. (survive and happy).
Mari kita fikirkan, apa sih yang kita cari selama ini? Tentu hanya untuk mendapatkan kebahagian bukan?. Mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat butuh ilmu atau tidak? Tentu butuh banget! betul? Ya, untuk sukses butuh namanya ilmu, tidak mungkin sukses kalau kita tidak tahu ilmunya.
Kemudian Ki Hajar mengatakan, tujuan pendidikan itu punya tiga peran penting dalam kehidupan manusia:
1. Pendidikan itu untuk memajukan dan menjaga diri,
2. Pendidikan itu untuk memelihara dan menjaga bangsa,
3. Pendidikan itu untuk memelihara dan menjaga dunia.
Beliau percaya bahwa pendidikan itu bisa berdampak pada lingkungan dan bangsa, saling terhubung satu dengan yang lainnya. Misalnya, ketika kita berhasil menjadikan diri kita bahagia, tentu lingkungan sekitar kita juga akan berdampak menjadi orang yang bahagia, ketika suatu lingkungan bahagia, tentu daerahnya menjadi maju bukan? Nah, begitulah dampak dari pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Semakin banyak orang yang mendapatkan kebahagiaan dari pendidikan tentu akan semakin baik bangsa ini.
“Memerdekakan satu orang adalah langkah awal memerdekakan satu keluarga, memerdekakan keluarga adalah langkah awal untuk memerdekakan daerah, memerdekakan daerah adalah langkah awal untuk memerdekakan bangsa.”
-Ki Hajar Dewantara-
Tujuan pendidikan adalah memerdekakan manusia dari segala kebodohan. Tapi, apakah wanita juga perlu berpendidikan? Toh, pada akhirnya wanita juga akan menjadi ibu rumah tangga. Sayang dong kalau ijazahnya tidak digunakan. Capek-capek berpendidikan yang hanya menghabiskan tenaga, uang tapi pada akhirnya jadi ibu rumah tangga.
Kata-kata ini yang selalu menjadikan wanita berpikir dua kali untuk berpendidikan. Tidak sedikit yang termakan dengan omongan tersebut dan akhirnya cara berpikirnya pun keliru. Padahal pendidikan poin nomor satu yang tidak boleh disepelekan oleh wanita, ya walaupun nanti ujung-ujungnya ke dapur juga. Ada juga sebagian wanita takut berpendidikan karena akan sulit mendapatkan jodoh, makin tinggi pendidikan seorang wanita makin sulit juga mendapatkan jodoh.
Apalagi ada beberapa lelaki yang tidak menyukai wanita berpendidikan karena takut merasa tersaingi. Tidak ingin istrinya lebih pintar dibandingkan dirinya. Memilih menjadi wanita berpendidikan bukan berati kita ingin menyaingi diri dengan para lelaki, tapi karena itu hak nomor satu agar bisa mengatur kehidupan dengan lebih baik. Dengan menjadi wanita cerdas kita bisa mengetahui mana yang baik dan buruk untuk diri dan lingkungan kita, ketika ada suatu permasalahan, kita tidak langsung terbawa emosi dan menyalahkan orang lain, tidak mudah di adu domba, tidak mudah terjerat kepada hal-hal yang tidak penting. Ketika menjadi wanita cerdas kita tahu mana yang bermanfaat dilakukan mana yang tidak, bisa mengambil keputusan yang tepat dan mampu berpikir kritis.
Ada tiga hal mengapa wanita perlu pendidikan:
1. Wanita kelak akan menjadi ibu, ia akan menjadi penegak dan pengajar pertama dalam keluarga,
2. Wanita adalah tiang negara, jika wanita baik negara juga akan baik, begitu juga sebaliknya,
3. Prestasi tertinggi wanita adalah ketika mampu menciptakan anak-anaknya menjadi orang yang bermoral, sholeh dan sholehah.
Menjadi ibu rumah tangga bukan hanya sekedar pintar membersihkan rumah, mengepel, mencuci pakaian menyapu, tapi juga pintar dalam mendidik, membesarkan, dan memberikan teladan yang baik. Dengan berpendidikan tinggi seorang wanita akan mudah membantu suaminya menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga maupun permasalahan di luar. Bisa memberikan solusi secara rasional karena dengan pendidikan yang baik akan membentuk cara berpikir dan kemampuan seorang wanita dalam melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Tidak ada pilihan memilih menjadi ibu rumah tangga atau berkarir. Ibu rumah tangga juga bisa menjadi wanita berpendidikan, ibu rumah tangga juga bisa menjadi wanita karir dan berkarya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kecerdasan diperoleh dari ibu, kalau seseorang berpikir logis karena ibunya juga berpikir logis, ibunya berpikir logis karena neneknya berpikir logis. Jadi, kalau ada laki-laki yang cerdas itu karena ibunya juga cerdas. Menurut penelitian, secerdas apa pun laki-laki tidak akan bisa mewariskan kecerdasannya kepada anaknya, justru sebaliknya kecerdasan ditentukan oleh gen wanita.
Nah, Jika ada wanita yang tidak mau berpendidikan tinggi karena tidak ada yang mau menerima, karena lelaki tersebut tidak setara dengan kamu. Coba lihat baik-baik lelaki yang sukses, siapa wanita yang ada di sampingnya? yang mendukungnya? Tentu bukan wanita sembarangan. Pasti dibalik itu ada wanita yang tangguh, cerdas, mampu menentukan mana yang baik dan buruk untuk masa depan keluarganya. Sebagai wanita, tentu kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengenal lelaki yang sama sekali tidak tertarik dalam dunia pendidikan dan tidak ingin kita bertumbuh.
“I am not worried about intimidating men. The type of man who will be itimidated by me is exactly the type of man I have no interest in”
“Aku tidak takut menyaingi lelaki. Lelaki yang merasa tersaingi denganku tentu bukan tipeku”
Mari kita melihat bagaimana Islam mengatur tentang pendidikan bagi wanita.
Dalam Islam, kedudukan wanita sangat penting dalam membangun bangsa yang bermartabat, Islam datang untuk memuliakan wanita dari kehinaan, kejahatan. Namun, dalam budaya dan adat istiadat yang telah melekat di sebagian masyarakat masih memandang bahwa wanita bukanlah hal yang penting dalam pembangunan bangsa. Perempuan sering kali dijadikan sebagai objek pemuas nafsu laki-laki. Wanita tidak memiliki hak apa pun, baik di dalam dunia pendidikan, warisan dan lainnya. Budaya setempat memberikan batasan kepada wanita untuk tidak perlu mengasah kemampuan diri dengan berpendidikan. Wanita mungkin hanya cukup berpendidikan setingkat SD-SMA saja karena pada akhirnya tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang wanita kecuali menjadi ibu rumah tangga.
Islam mengubah nasib perempuan menjadi kelompok paling beruntung. Islam memanusiakan perempuan seperti layaknya laki-laki. Semua janji tentang pahala dan dosa tidak dibeda-bedakan bagi keduanya. Keduanya sama-sama bertanggung jawab sebagai khalifah di bumi, dan sama-sama berpotensi menjadi hamba idola yang Muttaqin. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah suatu keharusan baik itu bagi laki-laki dan perempuan, bahkan Islam tidak melarang dan membatasi perempuan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya.
Khadijah binti Khuwailid, Ra.
Sayyidah Khadijah Ra., istri pertama Rasulullah, Saw yang paling beliau cintai dan sangat berjasa bagi umat muslim. Beliau adalah wanita cerdas yang lahir dari keluarga yang sangat dihormati. Ayahnya yang sangat mementingkan pendidikan sehingga Sayyidah Khadijah, Ra. tumbuh menjadi wanita sukses pada zamannya. Beliau dikenal dengan wanita yang berilmu, memiliki akhlak yang baik, dan disegani oleh para laki-laki pada masa itu. Beliau dikenal dengan pengusaha wanita yang jujur, baik, kaya, dan dermawan.
 Aisyah binti Abu Bakar, Ra.
Sayyidah Aisyah Ra., istri Rasulullah Saw adalah seorang wanita yang sangat cerdas, memiliki ingatan yang sangat kuat bahkan beliau bisa menghafal segala perkataan Rasulullah Saw tanpa ada kekurangan sedikit pun. Bahkan kecerdasannya menandingi laki-laki. Sayyidah Aisyah, Ra. menjadi tempat bertanya para sahabat dan ulama pada masa itu, karena Rasulullah Saw menyerukan kepada para sahabat untuk mengambil sebagian ilmu dari Sayyidah Aisyah, r.a. Sebagaimana sabda Rasulullah, Saw:
خذ نصف دينكم من هذه الحميراء
“Ambillah separuh agama kalian dari Sayyidah Aisyah, Ra.”
Dari semua Ummahatul Mu’minin, Sayyidah Aisyah lah yang paling banyak meriwayatkan hadis, dan mendapatkan posisi ke empat. Tercatat 2210 hadis yang beliau riwayatkan. Tidak hanya itu, yang membedakan Sayyidah Aisyah, Ra. dengan para sahabat lelaki Rasulullah Saw yang lain karena ketelitian, daya pemahaman beliau yang sangat tinggi, dan kemampuan dalam berijtihad. Beliau juga ahli di bidang kedokteran, syair dan fikih. Mari kita melihat perempuan-perempuan yang menjadi inspirasi bagi kita di Era Kontemporer:
Aisyah binti Syathi Ad-Dumyathi
Seorang mufasir perempuan pertama di era kontemporer dan menjadi rujukan para perempuan dalam dunia tafsir. Seorang wanita asal Dumyat, Mesir yang lahir pada tahun 1913 M dan wafat pada tahun 1998 M. Bintu Syathi nama samarannya, yang berarti gadis tepi sungai atau pantai, mengacu pada desa Dumyat, tempat air sungai Nil dan laut Mediterania bertemu. Di usia 6 tahun beliau sudah menghafal 15 juz Al-Quran, beliau hidup dalam lingkungan budaya patriarki yaitu budaya yang menempatkan lelaki lebih tinggi dari perempuan dalam segala aspek kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Ayahya seorang tokoh agama yang cenderung konservatif dan sempat melarang anaknya untuk belajar di sekolah formal karena berdasarkan QS. Al-Ahzab:33 yang melarang wanita keluar rumah dan berhias.
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu...” (QS. Al-Ahzab: 33)
Namun, karena bujukan ibunda dan kakeknya akhirnya beliau diizinkan untuk bersekolah di sekolah formal dengan syarat tertentu. Aisyah binti Syathi berkata:
“Kitab pertama yang menjadi perhatianku adalah Al-Quran, itulah inspirasi terbesar yang mendorongku mencintai ilmu dan semangat belajar mengalir dalam darahku. Ayahku seorang alim, dia yang menanamkan kecintaan pada ilmu. Tapi, ia juga yang menghalangi jalanku, maka aku tabrak haluannya dan aku yang berhak menang.”
Beliau juga menjadi perempuan Mesir ketiga yang berkuliah pada saat itu. Beliau tumbuh menjadi wanita Arab modern, rasional, berwawasan luas, berbudaya, dan berkomitmen pada nilai-nilai Islam. Tumbuh rasa kecintaan beliau pada dunia tulis-menulis sejak di sekolah menengah, karena kakeknya sering meminta beliau untuk menulis kritikan terhadap pemerintah tentang pengelolaan sungai Nil yang penuh limbah, sehingga mengancam kelestarian sungai dan keselamatan nelayan.
Ketika beranjak menjadi mahasiswi, beliau menulis beberapa majalah perempuan Mesir dan menjadi penulis tetap harian terbesar di Mesir, Al-Ahram. Beliau menyelesaikan pendidikannya mulai dari sarjana sampai gelar profesor dan menjadi guru besar di beberapa negara seperti Universitas Qarawiyyin, Maroko, dan menjadi pembicara di berbagai forum seperti Suriah, Arab Saudi, Irak, Kuwait dan beberapa negara lainnya. Pada tahun 1942 beliau menerbitkan sebuah novel yang berjudul Master of the Estate yang menceritakan tentang seorang gadis petani korban budaya patriarki. Beli sudah menulis lebih dari 40 buku, ratusan artikel, cerita pendek, dan esai. Beberapa judul buku beliau yang telah ditulis, seperti: Will a Women Become A Syaikh in Al-Azhar?, The Image of Women in Our Literature, The lost Women dan lainnya.
Beliau menikah dengan seorang dosennya sendiri dan mendedikasikan diri dalam mengembangkan ilmu bersama-sama. Beliau menulis tafsir dan ilmu-ilmu Al-Quran dan dikenal dengan mufasir wanita abad modern pada masa itu.
Nah, inilah beberapa wanita inspiratif yang bisa kita jadikan teladan agar bisa terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Ladies, jadi wanita hebat tidak bisa didapatkan dengan tidur sambil scrool instagram, youtube, dan media sosial lainnya, masih bermanfaat kalau yang di-sroll hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas diri. Saya teringat dengan nasehat Azhar beliau berpesan yang artinya:
“Wahai anak-anakku, belajarlah dengan sungguh-sungguh karena kalian (wanita) akan mendidik umat Islam. Ilmu tidak didapatkan dengan bersantai-santai”. Saat itu, saya merasa sangat terpukul dengan nasehat beliau. Kalau terus-terusan kita disibukkan dengan hal-hal yang tidak penting, bagaimana nasib umat ke depannya?.
لا يستطيع العلم براحة الجسم
“Ilmu itu tidak didapatkan hanya dengan santai-santai”
Ladies, ilmu itu nomor satu, dengan ilmu kita bisa benar dalam beribadah, bermuamalah, dan bisa menjadi cahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Belajar apa pun yang kamu inginkan, tingkatkan kualitas dirimu dengan ilmu pengetahuan, belajar di mana saja dan dengan siapa saja, dan belajar itu tidak ada batas waktu dan umur. Menjadi seorang penuntut ilmu sejati adalah warisan para nabi. Dari zaman Nabi Adam As sampai Nabi Muhammad Saw hanya mewariskan ilmu, bukan harta.
“Sejatinya Akhlak kepada Allah berupa timbulnya rasa takut kepada Allah Swt adalah karena sebab ilmu yang ada pada diri manusia itu sendiri” -Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari-
Tapi, jangan lupa isi ilmu dengan akhlak, karena jika ilmu tanpa akhlak ibaratnya seperti kapas yang ditiup angin. Ilmu menjadikan kita pribadi yang rendah hati, ilmu menjadikan kita lebih bisa menghargai orang lain, ilmu menjadikan kita bisa memanusiakan manusia, kalau ilmu kita belum sampai ke tahap itu, mari kita belajar lagi dan terus belajar sampai akhir darah penghabisan.
“Pendidikan memang menentukan cara seseorang memandang dan merespons sesuatu. Selagi ada kesempatan, didik dirimu sebaik mungkin agar kamu paham kursi tempat dudukmu. Tapi, jangan lupa, mengisi nurani. Sebab yang berpendidikan tinggi tanpa nurani, sering menyalahgunakan kesempatan di kursi yang mereka duduki.”
- Boy Candra -
Dunia pada beberapa tahun yang akan datang akan semakin sulit, untuk menciptakan generasi yang baik tidak bisa dengan mengandalkan kecantikan dan tubuh indah semata. Perlu wanita-wanita yang cerdas, pendidik moral anak bangsa lebih baik lagi ke depannya dan itu harus dimulai dengan wanita-wanita generasi saat ini yang menempatkan bahwa pendidikan itu nomor satu dari yang lainnya. Terus belajar karena belajar adalah ibadah.
Saya sendiri sebagai wanita lebih tertarik dengan wanita yang cerdas, cerdas tentu dengan makna yang luas, cerdas adalah dia yang bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Bisa mengendalikan emosi dan terus mengasah dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Wanita cerdas lebih terlihat menarik, elegan, terlihat lebih memesona dibandingkan wanita yang hanya mengurusi soal kecantikannya. Mengurusi masalah kecantikan memang sangat perlu, karena wanita diciptakan menyukai keindahan dan cantik dengan kodratnya. Namun, kecantikan jika tidak diiringi dengan otak yang cerdas, tidak ada apa-apanya. Wanita cerdas tentu tidak mau jika mau didefinisikan kecantikan dengan standar orang lain, seperti cantik itu harus putih, mata bening, tinggi, tubuh langsing. Wanita cerdas melihat, ia cantik karena mensyukuri dan menjaga apa yang telah Allah ciptakan untuknya, dan menerima dirinya apa adanya dengan penuh kepercayaan diri.

Selasa, 30 Mei 2023

Healthy Delicious Pancake🫓

Bahan:
🫓Oat
🥛Susu
🍌Pisang (kalau mau lebih enak)
🍶Yogurt
🥚Telur
🧂Vanila ekstrak
🍯Madu/ sari kurma
🌰Cocoa powder

Cara Membuat:
1. Semua di campur aja dan diblender sesuai selera ukurannya. Adonannya harus agak kental, jangan cair kalo cair tmbahin pisang atau oat. Udah gitu aja. Terus dipanggang deh pke api sangt kecil. No minyak, no mentega.

2. Silahkan di plating sesuai selera. Boleh pakek madu diatasnya, tambahin granola, cocoa powder, kacang-kacangan, buah-buahan dll.

Enjoy it🙃

With love Dhira 



Selasa, 02 Mei 2023

Sasame Soybean

Ingredients:
🌰Onion powder
🧄Garlic powder
🧂Paprika papper powder
🧂Himalaya salt
🥚Egg
🧂Pepper
🥦Pakcoy
🫓Soybean
🍶Sasame oil
🍶Sasame katchup

How to Make:
Sauté tempeh with oil, add all the spices and add sasame oil, add a little water, add the pakcoy and wait until the spices are absorbed, add the egg and stir, add the sesame soy sauce and Himalayan salt. taste correction

Bahan-bahan:
🌰Bubuk bawang merah
🧄Bawang putih bubuk
🧂Bubuk paprika
🧂Garam himalaya
🥚Telur
🧂Lada
🥦Pakcoy
🫓 Tempe
🍶Minyak sasame
🍶Kecap sasame

Cara Membuat:
Tumis tempe dengan minyak, masukan semua bumbu dan tambahkan minyak sasame, tambahkan air sedikit, masukkan pakcoy dan tunggu sampai bumbunya meresap, masukkan telur dan aduk, masukkan kecap sesame dan garam himalaya. koreksi rasa


Jumat, 14 April 2023

KAPAN SAJA KITA HARUS MENGULANG MEMBACA TA'AWUDZ?

Ketika seseorang tiba-tiba berhenti saat membaca Al-Quran karena sebab tertentu, apakah ia wajib mengulang membaca ta'awudz atau tidak?

Inilah jawaban yang dikutib dari kitab "TAJWIDUL HURUF" karya Syaikh Abdul Qadir 

1. Jika terputus bacaan karena seorang guru ingin menjelaskan tafsir ayat, atau ingin sujud tilawah, atau ingin menjelaskan sesuatu hukum yang berkenaan dengan Al-Quran, atau seorang guru yang membenarkan bacaan si murid. Maka tidak perlu mengulang lagi membaca ta'awudz.

2. Jika terputusnya bacaan karena suatu hal yang mendadak seperti batuk, bersin, atau lupa maka tidak perlu mengulang istiazdzah.

3. Jika terputusnya bacaan karena suatu sebab yang tidak berkenaan dengan Al-Quran sepeti menjawab salam, mengobrol dengan teman maka harus mengulang membaca Istiadzah.

Wallahhualam

Kutipan: 
Syaikh Abdul Qadir Muhammad Tamaamar Ali Al-Ausiy As-Syafi'i Al-Azhari, Tajwidul Huruf, hlm. 63.

Sabtu, 11 Maret 2023

...

Banyak yang sudah sukses...
Ada yang sudah kaya raya padahal usia masih muda, punya banyak usaha, mendapatkan pasangan idaman, atau sekolah di universitas ternama
Jadi standar tinggi manusia

Bikin kita bertanya pada diri sendiri "mengapa tidak ambil jalan yang serupa"
Akhirnya dihantui rasa takut pada masa depan yang tidak pasti

Atau mungkin kita yang terprofokasi oleh media yang kita lihat
Seakan semua sempurna
Atau pemikiran kita yang terbatas hanya melihat kesuksesan terletak dari materi dan pengakuan manusia semata

Ketika kita mencoba berjalan perlahan ternyata masih banyak orang yang perlu kita pandang, oh ternyata penderitaan kita tidak sebanding dengan penderitan mereka
Namun masih bisa menikmati hidup.

Ketika kita melihat lagi, ternyata hidup kita sudah sangat indah.

Oh ternyata syukur kita yang masih kurang.


Dhira Majid



Kamis, 02 Maret 2023

Jangan sampai tertipu

Ku dengar pernikahan itu tidak seperti film romeo dan juliet...
Kudengar pernikahan itu hanya manis diawal saja...
Ku dengar lelaki yang awalnya berletuk lutut mengungkapkan cinta akan berubah setelah pernikahan...
Ku dengar banyak bekas luka saat pernikahan...
Kudengar banyak tetesan air mata...
Ku dengar banyak yang menyesal mengharapkan waktu terulang kembali...
Ku dengar jeritan hati ingin berteriak, semua khayalan indah itu ternyata tidak ada...
Ku dengar mereka yang sudah berpuluhan tahun bersama pun akhirnya berpisah...
Ku dengar mereka rela tersiksa karena mempertahankan anak...
Ah...
Pernikahan
Bukan salah cinta, tapi karena salah memberi cinta. Terlalu terburu-buru karena omongan tetangga. Seakan ingin berlomba dengan mereka yang sudah duluan melangkah.

Padahal jika salah memilih menyesal seumur hidup
Untuk apa terburu-buru jika yang dipilih ternyata belum tahu tujuan menikah untuk apa, belum tahu tanggung jawab yang akan diembannya, belum tahu rencana apa yang akan dilakukan untuk masa depan. Hanya sekedar menuruti diri yang dilumuri nafsu semata.

Mereka bisa mendesakmu tapi ingat kamu yang akan menjalaninya, masih untung jika dipertemukan dengan orang yang tepat. Jangan salahkan mereka yang mendesakmu jika dipertemukan dengan orang yang membuat kamu menderita seumur hidup.

Ingat pernikahan bukan ajang perlombaan, bukan hal main-main. Pesona saja tidak cukup, kata-kata manis dan janji juga tidak cukup, hati-hati jangan sampai tertipu.


Dhira💔


Rabu, 25 Januari 2023

Sour Chicken Sop (Egyptian Food)| EASY AND SIMPLE


Bahan: 
🧅1 Bawang bombay uk sedang iris
🧄5 Bawang Putih iris
🍅1 tomat ukuran besar iris
🫑1 Paprika Hijau/merah ukuran besar iris
🧂1 sendok teh lada bubuk/secukupnya sesuaikan selera
🧂Garam (sesuai selera)
🍗Kaldu ayam
🍋Setengah jeruk lemon (peras airnya)
🍶1/2 Yogurt plant/ 2 sendok makan
🧂Kunyit secukupnya

1. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum
2. Setelah warna agak kecoklatan masukkan ayam yang sudah direbus atau yang belum dimasak
3. Masukan garam, lada, kunyit, kaldu ayam
4. Tunggu beberapa menit sampai bumbunya meresap ke ayam
5. Kemudian masukkan tomat dan tunggu sampai lunak
6. Masukkan 1 gelas air atau secukupnya
7. Tutup dan tunggu sampai ayamnya lunak (jika ayam utuh), jika ayam yang sudah direbus bisa tunggu sampai mendidih
8. Masukkan yogurt plant
9. Jika dirasa sudah matang ayamnya masukkan air perasan jeruk lemon 
10. Koreksi rasa
11. Hidangkan
12. Tabur bawang goreng dan daun sop (opsional)

Selamat mencoba :D

Love💕
Dhira Majid

...
Material
🧅1 Onion uk medium sliced
🧄5 Garlic sliced
🍅1 large tomato sliced
🫑1 green/red pepper large size, sliced
🧂1 teaspoon ground pepper
🧂Salt (according to taste)
🍗Chicken stock
🍋Half a lemon (squeeze the juice)
🍶1/2 Yogurt plant/ 2 tablespoons
 🧂Turmeric just a litle

How to Make: 
1. Cook onions and garlic until fragrant
2. After the color is slightly browned, add the boiled or uncooked chicken
3. Add salt, pepper, turmeric, chicken broth
4. Wait a few minutes for the marinade to seep into the chicken
5. Then add the tomatoes and wait until they are soft
6. Add 1 glass of water or to taste
7. Cover and wait until the chicken is soft (if the chicken is whole), if the chicken has been boiled, wait until it boils
8. Enter the yogurt plant
9. If you feel the chicken is cooked, add the lemon juice
10. Taste correction
11. Serve
12. Sprinkle fried onions and soup leaves (optional)

Enjoy it💕


MUSLIM MUST HAVE A TRIP

Siapa sih yang tidak suka travelling alias jalan-jalan. Kebanyakan orang suka travelling bahkan sudah menjadi sebuah gaya hidup yang sedang ...